Efek Luar Angkasa terhadap Tubuh Manusia, Bisa Bikin Tambah Tinggi
JAKARTA, iNews.id - Perjalanan ke luar angkasa, menjadi salah satu tujuan para ilmuwan dalam beberapa waktu belakangan ini. Namun, melakukan perjalanan ke luar angkasa sendiri bukan tanpa risiko, terutama pada tubuh manusia.
Dikutip iNews.id dari Listverse, Selasa (21/11/2017), ada beberapa efek yang bisa terjadi atau dialami oleh tubuh manusia di luar angkasa. Apa saja efek itu? Berikut ini jajaran efek luar angkasa untuk tubuh manusia.
Masalah Penglihatan
Setelah terlalu lama di luar angkasa, penglihatan Anda akan mulai kabur. Bagian belakang bola mata sedikit merata dan retina juga sedikit berubah.
Biasanya ini tidak berlangsung lama, tapi bagi sebagian orang, butuh bertahun-tahun untuk kembali normal. Dari 300 astronot, sekitar 23 persen mengalami masalah dalam penerbangan jangka pendek dan 49 persen pada perbangan yang lebih panjang.
Tambah Tinggi
Setelah melakukan perjalanan luar angkasa, vertebra Anda akan menyebar terpisah, sehingga menyebabkan tulang belakang membesar. Namun, tak perlu khawatir, ketika akan mengalami gravitasi lagi, tulang belakang Anda akan menyusut kembali ke ukuran normalnya.
Tidak Mendengkur
Anda akan berhenti mendengkur, karena kurangnya gravitasi pada sistem pernapasan Anda. Di sini ada pengurangan dramatis dalam masalah pernapasan yang berhubungan dengan tidur, sehingga membuat Anda setidaknya 20 persen mengurangi mengganggu ruang di luar angkasa.
Dengan sedikit gravitasi untuk mempengaruhi lidah, Anda tidak akan mengalami penyumbatan yang biasanya menyebabkan mendengkur di Bumi.
Kehilangan Kuku Jari
Fenomena ini disebut dengan fingernail delamination. Dalam sebuah penelitian baru-baru ini, sebanyak 22 astronot melaporkan kuku jari yang hilang. Jadi, tidak perlu berkemas gunting kuku. Sarung tangan besar dari pakaian luar angkasa, memotong sirkulasi dan tekanan di ujung jari yang menyebabkan Anda kehilangan kuku jari.
Editor: Dini Listiyani