Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gedung DPR di IKN Siapkan Area Khusus Demo, Bisa Tampung hingga 800 Orang
Advertisement . Scroll to see content

Gedung Miring Apa Harus Dibongkar? China Temukan Teknologi Rekayasa Koreksi Bangunan

Kamis, 01 Oktober 2026 - 13:42:00 WIB
Gedung Miring Apa Harus Dibongkar? China Temukan Teknologi Rekayasa Koreksi Bangunan
China berhasil mengembangkan metode rekayasa memperbaiki bangunan yang mengalami kemiringan. (Foto: Dok Ilustrasi/Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Bangunan miring ternyata masih dapat ditangani melalui teknologi koreksi kemiringan. China berhasil mengembangkan metode rekayasa ini untuk memperbaiki bangunan yang mengalami penurunan, deformasi, hingga perubahan posisi akibat persoalan fondasi.

Teknologi koreksi kemiringan bangunan tidak dilakukan dengan membuat struktur kembali tegak. Prosesnya membutuhkan pengukuran kondisi bangunan secara akurat, investigasi fondasi, analisis struktur, perencanaan teknis, monitoring, serta pengendalian secara berkelanjutan.

Bagaimana cara kerja teknologi ini? Secara prinsip, proses dimulai dengan mengetahui kondisi aktual bangunan melalui serangkaian pengukuran.

Pengukuran dilakukan untuk menentukan posisi bangunan, tingkat kemiringan, arah pergeseran, serta perubahan posisi yang terjadi selama proses penanganan. Data tersebut menjadi dasar untuk menentukan metode perbaikan yang sesuai.

Kondisi fondasi juga menjadi bagian penting dalam investigasi. Kemiringan bangunan dapat berkaitan dengan penurunan yang tidak seragam, ketika bagian fondasi mengalami penurunan dengan besaran berbeda sehingga bangunan secara bertahap mengalami perubahan posisi.

Setelah kondisi bangunan dan fondasi diketahui, metode perbaikan dirancang berdasarkan hasil investigasi dan analisis struktur. Penanganan dapat mencakup perkuatan fondasi sekaligus tindakan koreksi terhadap posisi bangunan.

Tahap berikutnya adalah monitoring. Pengukuran dilakukan secara berkala untuk mengetahui perubahan posisi bangunan selama pekerjaan berlangsung.

Data monitoring kemudian digunakan sebagai dasar pengendalian pekerjaan. Dengan metode tersebut, perubahan posisi bangunan dapat dilakukan secara terukur dan tetap mengikuti perencanaan teknis.

Teknologi koreksi kemiringan bangunan tersebut menjadi perhatian dalam kunjungan Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK), Insannul Kamil bersama Ketua Umum Aspekindo Provinsi DKI Jakarta, Wahyudi ke sebuah gedung miring di Distrik Longxu, Kota Wuzhou, Guangxi, China, pada 25 September 2026.

Pemilik gedung menunjuk Jiangsu Southeast Special Engineering Quality & Technology Co Ltd untuk melaksanakan pekerjaan perbaikan dan penanganan teknis bangunan. Lingkup pekerjaan mencakup perkuatan fondasi bangunan, tindakan koreksi terhadap kemiringan, serta penanganan terhadap penurunan bangunan.

Pendekatan tersebut menunjukkan koreksi kemiringan bukan sekadar membuat struktur atas kembali tegak. Penyebab perubahan posisi bangunan perlu ditelusuri hingga kondisi fondasi dan pola penurunannya.

Sebab itu, investigasi kondisi bangunan, analisis struktur dan fondasi, pengujian lapangan, serta monitoring menjadi bagian penting dalam proses penanganan.

Bangunan yang menjadi objek kunjungan merupakan gedung hunian 24 lantai dengan satu lantai basement. Bangunan tersebut memiliki ketinggian sekitar 74,435 meter dengan luas sekitar 8.158,55 meter persegi.

Berdasarkan data pemantauan yang diterbitkan Guangxi Hengcheng Engineering Quality Inspection Co Ltd, hasil monitoring per 28 Mei 2025 menunjukkan kemiringan keseluruhan maksimal bangunan ke arah selatan tercatat 5,52.

Angka tersebut, berdasarkan data dan acuan teknis yang disampaikan dalam laporan melampaui batas maksimal 2,5 persen yang diperbolehkan menurut standar teknis yang berlaku di China.

Kondisi tersebut membuat penanganan bangunan membutuhkan pendekatan rekayasa yang tidak hanya berfokus pada struktur atas. Kondisi fondasi, pola penurunan, arah pergeseran, serta perubahan posisi bangunan juga perlu diperhitungkan dalam menentukan metode koreksi.

Teknologi koreksi kemiringan bangunan pada dasarnya merupakan rangkaian proses rekayasa yang menggabungkan pengukuran, investigasi, analisis, perkuatan, koreksi posisi, dan monitoring untuk mengendalikan perubahan struktur secara terukur.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut