Hati Beku Tombaugh Regio Picu Terjadinya Angin di Pluto

Dini Listiyani ยท Selasa, 11 Februari 2020 - 06:01 WIB
Hati Beku Tombaugh Regio Picu Terjadinya Angin di Pluto

Pluto (Foto: NASA)

CALIFORNIA, iNews.id - Planet kerdil Pluto mempunyai struktur es nitrogen di permukaannya yang disebut Tombaugh Regio. Uniknya, struktur tersebut mempunyai bentuk hati.

Bentuk hati di pluto tidak statis. Sebab, sebuah studi menunjukkan struktur berbentuk hati merupakan pusat sirkulasi atmosfer planet kerdil ini.

Sebagian besar atmosfer tipis Pluto terdiri atas gas nitrogen. Namun, ada juga nitrogen beku di permukaannya. Saat nitrogen beku terkena sinar Matahari, beberapa di antaranya berubah menjadi uap dan naik ke atmosfer.

Di malam hari, nitrogen mendingin dan mengembun kembali menjadi es. Naik dan turunnya nitrogen bertindak sebagai detak jantung bagi atmosfer, mengedarkan gas ke arah yang berlawanan dengan putaran planet.

"Ini menyoroti fakta atmosfer dan angin Pluto dapat berdampak pada permukaan. Sebelum New Horizons, semua orang mengira Pluto akan menjadi bola jaring, benar-benar datar, hampir tidak ada keragaman. Tapi, ini sangat berbeda. Ada banyak pemandangan berbeda dan kami berusaha memahami apa yang sedang terjadi di sana," kata lead author Tanguy Bertrand yang dikutip dari Digital Trends, Selasa (11/2/2020).

Dengan menggunakan pemodelan komputer, Bertrand dan rekannya menemukan keberadaan Tombaugh Regio memicu angin barat, dengan arus yang berbeda mengalir di sepanjang batas barat cekungan Sputnik Planitia. Struktur permukaan planet ini memiliki efek yang unik di Tata Surya.

"Sputnik Planitia mungkin sama pentingnya bagi iklim Pluto seperti halnya lautan bagi iklim Bumi. Jika Anda menghapus Sputnik Planitia, Anda tidak akan memiliki sirkulasi yang sama," katanya.

Lebih lanjut Bertrand menyatakan Pluto masih memiliki beberapa misteri untuk setiap orang. Penelitian baru mengenai Pluto ini dipublikasikan di Journal of Geophysical Research.


Editor : Dini Listiyani