Hubble Temukan Segitiga Luar Angkasa Aneh
JAKARTA, iNews.id - Gambar teleskop luar angkasa Hubble baru saja dirilis dan menunjukkan galaksi NGC 2445 dan NGC 2444, yang dikenal secara kolektif sebagai Arp 143, menciptakan wilayah berbentuk segitiga yang tidak biasa dari pembentukan bintang aktif. Kok bisa?
NGC 2445 (galaksi spiral yang terdistorsi dan berkilau) dan NGC 2444 (galaksi yang lebih menyebar di sebelah kiri) bertabrakan langsung dan kemungkinan melewati satu sama lain, memicu area kelahiran bintang yang terlihat seperti sepotong pizza lemak versi kosmik.
Astronom Julianne Dalcanton dari Flatiron Institute dan University of Washington di Seattle mengatakan cincin pembentukan bintang bukanlah hal yang aneh, tetapi bentuk segitiga ini "aneh."
"Sebagian alasan untuk bentuk itu adalah karena galaksi-galaksi ini masih sangat dekat satu sama lain dan NGC 2444 masih berpegangan pada galaksi lain secara gravitasi," kata Dalcanton dalam sebuah pernyataan NASA sebagaimana dikutip dari Cnet.
NGC 2444, kata NASA, mungkin juga memiliki halo gas panas yang tidak terlihat yang dapat membantu menarik gas NGC 2445 dari nukleusnya. Jadi, mereka belum sepenuhnya bebas satu sama lain, dan interaksi mereka yang tidak biasa mengubah cincin menjadi segitiga ini.
Untuk diketahui, objek Arp adalah bagian dari Atlas of Peculiar Galaxies 1966 milik astronom Halton Arp, sebuah katalog eksentrik yang tidak sesuai dengan cetakan kebanyakan galaksi. Kedua galaksi Arp 143 saling menjauh.
Bintang-bintang yang lebih baru (berusia sekitar 1 juta hingga 2 juta tahun) terbentuk di dekat pusat NGC 2445. Bintang-bintang yang lebih tua yang berasal dari 50 juta hingga 100 juta tahun yang lalu dapat ditemukan di "pita" biru bintang yang terlihat seperti sulur di antara galaksi.
"Ini adalah kotak pasir yang fantastis untuk memahami pembentukan bintang dan galaksi yang berinteraksi," kata Elena Sabbi dari Space Telescope Science Institute.
Hubble, sebuah proyek bersama dari NASA dan Badan Antariksa Eropa, masih terus berputar meskipun ada serangkaian gangguan teknis dan usianya yang mengesankan. NASA berharap itu akan terus berkembang dan mengirim kembali pengamatan yang lebih spektakuler seperti ini.
Editor: Dini Listiyani