Ilmuwan Deteksi Sinar X Keluar dari Uranus untuk Pertama Kalinya

Dini Listiyani · Jumat, 02 April 2021 - 12:07:00 WIB
Ilmuwan Deteksi Sinar X Keluar dari Uranus untuk Pertama Kalinya
Ilmuwan Deteksi Sinar X Keluar dari Uranus untuk Pertama Kalinya (Foto: NASA)

CALIFORNIA,  iNews.id - Setiap planet di Tata Surya mempunyai keistimewaannya sendiri. Tapi, Uranus sesungguhnya satu-satunya planet di Tata Surya yang mempunyai itu. 

Tidak hanya miring sehingga sumbu rotasinya praktis sejajar dengan bintang orbitnya, Uranus juga mempunyai baunya sangat buruk, bocor di mana-mana, medan magnetnyanya sangat berantakan, dan cincinnya tiak seperti planet lain di Tata Surya. Tidak hanya itu, masih ada lagi. 

Sekitar 20 tahun lalu, para astronom memutar instrumen mereka untuk menangkap emisi sinar-X yang berasal dari Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Tidak seperti setiap planet sebelumnya, Uranus tidak memiliki kilat untuk dilihat. 

Sekarang, untuk pertama kalinya, terdeteksi sinar-X yang berasal dari bola teraneh di Tata Surya. Sayangnya, tidak jelas diketahui dari mana asalnya atau apa artinya, sebagaimana dikutip dari Science Alert, Jumat (2/4/2021).

Pengamatan dan penemuan tentang Uranus dan Neptunus dalam hal ini cukup sulit dilakukan dibandingkan dengan bagian Tata Surya lainnya. Kedua planet ini benar-benar sangat jauh dan hanya sedikit pesawat penjelajah yang pernah menjelajahi lingkungan es mereka. 

Umumnya, tidak mengandalkan teleskop yang dekat dengan rumah untuk memeriksanya. Teleskop yang dioptimalkan untuk melihat hal-hal yang jauh dari Uranus atau Neptunus, sehingga detilnya bisa sedikit kabur di tepinya.

Penemuan baru ini didasarkan pada pengamatan yang diambil menggunakan Chandra X-ray Observatory, sebuah teleksop luar angkasa yang mengorbit di sekitar Bumi. Kumpulan pengamatan pertama diambil pada 2002, kemudian dua set lainnya pada 2017. 

Saat tim astrofisikawan yang dimpimpin oleh William Dunn dari University Collage London di Inggris akhirnya berhasil menganalisis data pengamatan 2002, mereka menemukan bukti jelas tentang sinarX dari Uranus. 

Uranus harus memancarkan sinar-X tidaklah terlalu mengejutkan. Radiasi X telah terdeteksi memamcarkan dari banyak benda Tata Surya, termasuk komet, Venus, Bumi, Mars, Saturnus, Pluto, Jupiter, dan bahkan beberapa bulan Jupiter. 

Selain itu, tidak mengherankan jika mereka belum terdeteksi sampai sekarang mengingat kesulitan yang terlibat dalam mempelajari planet yang jauh. Bagian yang aneh adalah tidak diketahui gambaran lengkap tentang bagaimana Uranus memancarkan sinarX.

Ada beberapa pilihan. Sebagian besar radiasi X di Tata Surya berasal dari Matahari (jelas), yang diketahui menyebar saat menghantam awan Jupiter dan Saturnus. Ini juga mungkin terjadi di Uranus, meskipun perhitungan tim menunjukkan lebih banyak foton sinar-X daripada yang dapat dijelaskan oleh proses ini.

Berdasarkan objek lain di Tata Surya, kami memiliki beberapa petunjuk tentang sumber potensial dari kelebihan ini. Cincin Saturnus adalah salah satu contohnya, yang diketahui berfluoresensi dalam sinar-X yang dihasilkan oleh partikel energik yang berinteraksi dengan atom oksigen di dalam cincin.

Editor : Dini Listiyani