Ilmuwan Klaim Bakteri Mampu Bertahan Hidup di Mars

Dini Listiyani ยท Minggu, 23 Juni 2019 - 08:26 WIB
Ilmuwan Klaim Bakteri Mampu Bertahan Hidup di Mars

Ilustrasi Mars (Foto: NASA)

CALIFORNIA, iNews.id - Para peneliti berpendapat bakteri bisa hidup dalam air garam di permukaan Mars. Temuannya ini dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Society for Microbiology's yang diselenggarakan di San Francisco pada 20-24 Juni 2019.

Para peneliti dari Wichita State University, Kansas, NASA's Jet Propulsion Laboratory di California, dan Space Science Institute yang ada di Colorado menumbuhkan dua spesies bakteri dalam air garam, yang terdiri atas setengah air dan magnesium sulfat.

Spesies bakteri toleran garam, Halomonas dan Marinococcus, diperoleh dari Hot Lake, di negara bagian Washington dan Great Salt Plains Oklahoma. Tim mengeringkan tetesan kecil dari kultur bakteri yang tumbuh dengan menempatkannya selama dua jam dalam wadah vakum bersama bahan kimia yang menyerap air, sebelum menyegelnya dalam toples Mason dengan larutan air atau garam.

Dalam sehari, garam pada kultur bakteri kering telah menyerap cukup air dari kelembaban wadah untuk membuat cairan asing jenuh. Para peneliti menemukan, pada saat itu beberapa sel bakteri dihidupkan kembali.

Meskipun beberapa bakteri mati selama proses pengeringan dan pembasahan ulang, lebih dari 50 persen bisa bertahan dan tumbuh untuk mencapai kepadatan kultur tinggi.

"Mikroba demonstrasi pertama milik kami bertahan dan tumbuh setelah dikeringkan serta kemudian dibasahi kembali dengan kelembaban saja," kata ahli biologi Mark Schneegurt dari Wichita State University yang dikutip dari Daily Mail, Minggu (23/6/2019).

Proses serupa mungkin terjadi setiap hari di permukaan Mars, di mana kelembaban mencapai setinggi 80-100 persen pada malam hari, sebelum menyusut saat suhu naik di siang hari.

"Kemungkinannya tinggi sehingga terkadang garam permukaan bisa menarik air yang cukup untuk membentuk air asin yang bisa mendukung pertumbuhan mikroba. Penelitian saat ini juga bisa membantu mendefinisikan zona layak huni, memperluas pencarian kehidupan ke dunia es lainnya," ujarnya.

Bersamaan dengan implikasi untuk kemungkinan menemukan kehidupan di Mars, penelitian ini mengungkap potensi yang lebih besar untuk mencemari Planet Merah dan dunia es lainnya, dengan populasi bakteri yang layak secara tidak sengaja diangkut dari Bumi.

Editor : Dini Listiyani