Ilmuwan Temukan 20 Bulan Baru Mengorbit Saturnus

Dini Listiyani ยท Rabu, 09 Oktober 2019 - 05:15 WIB
Ilmuwan Temukan 20 Bulan Baru Mengorbit Saturnus

Planet Saturnus (ilustrasi). (Foto: sciencealert.com)

CALIFORNIA, iNews.id - Saturnus telah menggeser posisi Jupiter sebagai planet pemilik bulan paling banyak di sistem tata surya. Pasalnya, para ilmuwan menemukan 20 bulan baru yang sebelumnya tidak diketahui mengorbit Saturnus.

Dengan temuan baru ini, Saturnus mempunyai total 82 bulan, melewati jumlah satelit alami Jupiter yang berjumlah 79 bulan. Penemuan 20 bulan itu membuka kunci kemungkinan petunjuk mengenai bagaimana Saturnus dan bulannya menjadi seperti sekarang ini.

“Menggunakan beberapa teleskop terbesar di dunia, kami sekarang menyelesaikan invetarisasi bulan kecil di sekitar planet raksasa. Mereka memainkan peran penting dalam membantu kami menentukan bagaimana planet-planet di tata surya kita terbentuk dan berevolusi,” kata astronom Carnegie Scott Sheppard yang memimpin tim penemuan.

Masing-masing bulan yang baru ditemukan berdiameter sekitar 3 mil, dan 17 di antaranya mengorbit mundur atau berlawanan arah dengan rotasi Saturnus. Salah satunya adalah bulan yang diketahui paling jauh dari Saturnus.

Penemuan ini bergabung dengan tiga kelompok bulan luar Saturnus yang dikelompokkan oleh sudut di mana mereka mengorbit planet ini. Bulan Retrograde bergabung dengan kelompok Norse, sementara dua lainnya bersama grup Inuit, dan bulan terakhir berjalan dengan kelompok Gallic.

Para ilmuwan menduga, masing-masing kelompok itu kemungkinan berasal dari bulan lebih besar yang pecah menjadi bentuk yang lebih kecil. “Pengelompokan Bulan luar seperti ini juga terlihat di sekitar Jupiter, menunjukkan tabrakan keras terjadi antara Bulan di sistem Saturnus atau dengan benda-benda luar seperti melewati asteroid maupun komet,” ujarnya.

Bulan Gallic yang baru mengorbit lebih jauh dari rekan-rekannya menunjukkan sesuatu telah menariknya ke luar atau dia berasal dari tabrakan yang sama dengan bulan-bulan lainnya. Studi lebih lanjut dapat membantu menunjukkan jenis tabrakan yang menciptakan pengelompokan yang dilihat sekarang dan kondisi di sekitar Saturnus pada saat itu.


Editor : Ahmad Islamy Jamil