Ilmuwan Ungkap Great Red Spot di Jupiter Belum Mati

Dini Listiyani ยท Jumat, 29 November 2019 - 05:15 WIB
Ilmuwan Ungkap Great Red Spot  di Jupiter Belum Mati

Bintik merah besar di Jupiter (Foto: NASA)

CALIFORNIA, iNews.id - Bintik merah besar Jupiter tampaknya tidak akan menghilang dalam waktu dekat. Prediksi tersebut diungkapkan oleh ilmuwan dari University of California di Berkeley.

Great Red Spot (GRS) Jupiter adalah badai yang bergulir berlawanan arah antara dua bands awan. Sebuah laporan menjelaskan, sistem GRS pernah memanjang dan baru-baru ini para astronom menemukan adanya blades dan flakes.

Pada 2019, para astronom melaporkan Jupiter meluruhkan blades besar dan flakes awan merah. Seorang profesor dinamika fluida di Unversity of California, Berkeley, Philip Marcus mamaparkan penjelasan terkait hal itu.

Dikutip dari India Today, Jumat (29/11/2019), professor Philip Marcus di pertemuan tahunan American Physical Society's Division of Fluid Dynamics berpendapat beberapa orang percaya pengelupasan dipandang sebagai badai yang melemah. Dia dengan cepat menambahkan, kejadian itu hanyalah fenomena alam.

Flakes dan blades baru-baru ini membuat orang percaya bintik merah besar mungkin pecah. Tapi, perhitungan Philip telah menjelaskan dari sudut yang berbeda pada GRS Jupiter.

Jupiter adalah planet terbesar dengan 320 kali massa Bumi. Jupiter adalah rumah bagi salah satu sistem badai terbesar dan terpanjang yang dikenal sebagai Great Red Spot (GRS).

GRS sangat besar sehingga bisa menelan Bumi. Perbandingan dengan catatan sejarah menunjukkan badai hanya mencakup sekitar sepertiga dari luas permukaannya 150 tahun yang lalu.

Data GRS modern menunjukkan badai terus membatasi permukaannya tapi juga menjadi lebih tinggi, secara vertikal. Karena tidak ada yang benar-benar yakin tentang masa depan GRS, termasuk kemungkinan jika tren penyusutan terus berlanjut, bintik merah suatu hari dapat menghilang sepenuhnya.


Editor : Dini Listiyani