Indonesia Dihantui Krisis Air, Teknologi Pengolahan Air Modern Ini Jadi Solusi
JAKARTA, iNews.id – Ancaman krisis air bersih masih membayangi Indonesia. Meningkatnya kebutuhan air, pencemaran sumber air, hingga dampak perubahan iklim membuat pengelolaan sumber daya air menjadi tantangan yang semakin kompleks.
Kondisi ini mendorong perlunya pemanfaatan teknologi yang mampu meningkatkan efisiensi pengolahan air minum maupun air limbah.
Pemerintah menilai pengembangan teknologi menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat ketahanan air nasional. Tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memastikan pengelolaan air dan sanitasi dapat dilakukan dengan lebih efektif melalui adopsi inovasi terbaru.
Plt. Direktur Sanitasi Kementerian Pekerjaan Umum, Sandhi Eko Bramono Poedjastanto, mengatakan pengenalan teknologi modern menjadi bagian penting dalam mempercepat peningkatan layanan air minum dan sanitasi di Indonesia.

"Jadi acara seperti Indo Water ini sangat bermanfaat. Bukan hanya menginseminasikan apa yang dilakukan maupun yang sedang dilakukan oleh Kementerian PU dalam bidang air minum maupun sanitasi," kata Sandhi di acara Indo Water, Indo Waste & Recycling, Indo Renergy & Electric, Indo Security, Indo Firex, dan Indonesia International Smart City (IISMEX) 2026 Expo & Forum, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, belum lama ini.
"Namun juga menjadi kesempatan untuk transfer of knowledge kepada para audiens yang hadir terkait air minum dan sanitasi," tambahnya.
Menurut dia, transfer pengetahuan diperlukan agar berbagai teknologi pengelolaan air dapat diadopsi lebih luas oleh pemerintah daerah, operator layanan air, hingga pelaku industri.
Senada dengan itu, Ketua Umum Indonesian Water Association (IdWA), Agus Umar Yasin, menilai kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi faktor penting untuk mempercepat penerapan teknologi sekaligus memperkuat tata kelola sumber daya air di Indonesia.
Perhatian terhadap sektor air juga semakin besar dari pelaku industri global. Sedikitnya 700 perusahaan dari 23 negara akan memperkenalkan berbagai inovasi, mulai dari teknologi pengolahan air minum, pengolahan air limbah, sistem sanitasi, hingga solusi digital untuk memantau kualitas dan distribusi air.
Besarnya partisipasi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan teknologi air di Indonesia dinilai terus meningkat. Selain mendukung penyediaan air bersih bagi masyarakat, inovasi tersebut juga dibutuhkan untuk menopang kawasan industri, pembangunan perkotaan, hingga pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan.
Project Director PT Napindo Media Ashatama (Napindo), Lisa Rusli, mengatakan berbagai inovasi tersebut akan dipertemukan dalam Indo Water 2026 yang digelar bersamaan dengan sejumlah pameran sektor strategis lainnya pada 11–13 Agustus 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran.
Menurut Lisa, penyelenggaraan tahun ini menjadi momentum mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan penyedia teknologi untuk mempercepat adopsi inovasi di sektor air, air limbah, energi, pengelolaan sampah, keamanan, hingga kota cerdas.
"Selain area pameran yang lebih luas, kegiatan ini juga menghadirkan lebih dari 80 sesi Technical Product Presentation sebagai wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia," ujar Lisa.
Editor: Muhammad Sukardi