Tak Hanya Teknologi, Anak Muda Kini Soroti Limbah Baterai Mobil Listrik
JAKARTA, iNews.id – Kendaraan listrik selama ini lebih sering dibicarakan dari sisi teknologi, efisiensi energi, hingga upaya menekan emisi karbon. Namun, di kalangan generasi muda, perhatian mulai meluas ke persoalan lain yang tak kalah penting, yakni limbah baterai lithium yang berpotensi menjadi tantangan lingkungan di masa depan.
Fenomena itu terlihat dalam simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diikuti sekitar 200 pelajar dan mahasiswa dari 35 sekolah serta perguruan tinggi dalam Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) Pekanbaru Chapter.
Alih-alih hanya membahas manfaat kendaraan listrik, para peserta justru diminta mengupas sisi lain dari transisi energi, termasuk bagaimana dunia harus mengelola limbah baterai seiring meningkatnya penggunaan mobil listrik.
Dalam forum United Nations Environment Programme (UNEP), peserta mewakili berbagai negara untuk menyusun solusi atas persoalan bertajuk Electric Vehicles and Lithium Waste: A Double-edged Sword. Mereka bernegosiasi, menyampaikan pandangan sesuai kepentingan negara yang diwakili, hingga menyusun rancangan resolusi sebagaimana mekanisme sidang di PBB.
President International Global Network (IGN), Muhammad Fahrizal, mengatakan tantangan yang diberikan kepada peserta bukan sekadar mempertahankan argumen, melainkan mampu melihat suatu persoalan secara lebih menyeluruh.