Ini Dia Pemicu Cuaca Ekstrem di Sebagian Wilayah Indonesia
JAKARTA, iNews.id - Di sebagian wilayah Indonesia berpotensi mengalami cuaca ekstrem selama dua hari kedepan. Cuaca esktrem dipicu sejumlah fenomena.
Deputi Meteorologi BMKG Guswanto mengungkapkan cuaca ekstrem dipicu aktifnya sejumlah fenomena dinamika atmosfer di sekitar wilayah Indonesia, yang berpotensi terhadap peningkatan curah hujan.
Fenomena yang dimaksud seperti peningkatan aktivitas Monsun Asia yang dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia bagian barat, tengah, dan selatan. Fenomena cold surge dan disertai dengan potensi arus lintas ekuatorial juga ikut menjadi pemicu cuaca ekstrem.
"Hal ini juga dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan terutama di wilayah Indonesia bagian barat dan tengah," ujarnya dalam keterangan tertulis.
Guswanto juga menjelaskan dinamika atmosfer lainnya yakni adanya indikasi pembentukan pusat tekanan rendah di sekitar wilayah Australia yang dapat memicu peningkatan pertumbuhan awan konvektif yang cukup masif. Fenomena ini berpotensi menyebabkan hujan dengan intensitas tinggi, peningkatan kecepatan angin permukaan, dan tinggi gelombang di perairan sekitarnya.
Selain itu, terpantaunya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) yang aktif bersamaan dengan fenomena gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial juga ikut meningkatkan curah hujan.
"Kondisi tersebut berkontribusi signifikan terhadap peningkatan curah hujan di beberapa wilayah Indonesia terutama di bagian tengah dan timur," kata Guswanto.
Dia mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik dan tetap waspada. Masyarakat juga perlu terus memonitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG.
Untuk diketahui cuaca ekstrem yang terjadi di sebagian wilayah Indonesia berpeluang menimbulkan dampak bencana hidrometeorologi berupa banjir, genangan, dan tanah longsor. Berdasarkan prakiraan berbasis dampak Impact-Based Forecast (IBF), daerah yang ditetapkan berstatus "Siaga" pada periode 23-30 Desember 222 yaitu sebagian Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, NTT.
Editor: Dini Listiyani