Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dibanderol Rp6,4 Miliar, Begini Cara Kerja Mesin Cuci Manusia
Advertisement . Scroll to see content

Jubah Tembus Pandang Kian Mendekati Kenyataan

Rabu, 04 Juli 2018 - 07:41:00 WIB
Jubah Tembus Pandang Kian Mendekati Kenyataan
Harry Potter. (Foto: Warner Bros)
Advertisement . Scroll to see content

CALIFORNIA, iNews.id - Para peneliti dari Montreal's National Institute of Scientific Research (INRS) baru saja menerbitkan sebuah studi yang merinci pendekatan baru tentang jubah tembus pandang.

Perangkat mereka, yang disebut jubah tembus pandang spektral merupakan yang pertama bisa memanipulasi warna dari gelombang cahaya yang berinteraksi dengan objek, sehingga menjadikannya tidak terlihat.

"Pekerjaan kami mewakili sebuah terobosan dalam pencarian untuk jubah tembus pandang," kata penulis studi Jose Azana yang dilaporkan Science Alert, Rabu (4/7/2018).

Untuk lebih memahami jubah tembus pandang ini, yuk bongkar satu demi satu dimulai dari cahaya. Pada cahaya, ada sesuatu yang disebut spektrum elektromagnetik.

Spektrum ini berisi semua frekuensi yang berbeda dari radiasi elektromagnetik. Mulai dari sinar-X, gamma dan radar, semuanya berada di spektrum ini.

Saat mata tidak bisa melihat sinar-x, mata Anda akan melihat satu rentang kecil frekuensi pada spektrum elektromagnetik yang disebut visible light.

Rentang tersebut dipisahkan dalam warna, dengan ungu berada di ujung dan merah di ujung lainnya. Beberapa sumber cahaya mengandung lebih dari satu frekuensi tertentu yang dikenal broadband sources dan sunlight.

Saat mata Anda melihat sesuatu, yang tampak ialah interaksi dari frekuensi cahaya dan objek ini. Ketika sinar matahari bersinar di mobil biru, kendaraan roda empat itu memantulkan frekuensi cahaya biru, sementara semua frekuensi warna lainnya hanya melewati objek. Mata Anda mendeteksi cahaya biru yang terpantul, membuat Anda melihatnya.

Cloaking device peneliti INRS memanfaatkan interaksi ini. Mereka menggambarkan sebuah objek yang hanya memantulkan cahaya hijau.

Guna membuat objek ini tampak tidak terlihat oleh mata manusia, mereka menggunakan filter yang dirancang khusus untuk sementara menggeser frekuensi hijau dalam spektrum broadband yang bersinar pada objek menjadi biru.

Kemudian, mereka menggunakan filter lain untuk mengalihkan frekuensi tersebut kembali ke warna hijau di sisi lain objek. Hasilnya mata manusia tidak bisa melihat objek.

Saat ini cloaking device INRS hanya bekerja dari satu arah, yakni tatapan viewer harus mengikuti jalan cahaya, melihat ke objek melalui filter pertama. Namun, Azana mengklaim metode ini secara teoritis bisa membuat objek tidak terlihat dari segala arah.

Bicara tentang pemanfaatannya, sekarang perangkat bisa membantu mengamankan telekomunikasi yang menggunakan gelombang broadband untuk mengangkut data.

Perusahaan telekomunikasi bisa membuat frekuensi tertentu di sepanjang jaringan serat optik mereka tidak terlihat, sehingga mencegah pihak ketiga menggunakan cahaya broadband untuk memata-mati mereka.

Editor: Tuty Ocktaviany

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut