Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rusia, China, dan Amerika Berlomba Pergi ke Bulan, Apa yang Dicari?
Advertisement . Scroll to see content

Keajaiban Alam, Fenomena Wolf Moon Bakal Hiasi Langit Indonesia 3 Januari 2026

Jumat, 02 Januari 2026 - 11:05:00 WIB
Keajaiban Alam, Fenomena Wolf Moon Bakal Hiasi Langit Indonesia 3 Januari 2026
Salah satu fenomena langit yang patut diperhatikan adalah Wolf Moon atau Bulan Serigala yang terjadi pada 3 Januari 2026. (Foto: AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Fenomena langit dan astronomi selalu menghadirkan daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Selain menawarkan pemandangan alam yang memukau, peristiwa astronomi juga menyimpan nilai ilmiah yang menambah wawasan tentang alam semesta. 

Terlebih, sebagian fenomena hanya muncul pada waktu-waktu tertentu dan jarang terulang. Memasuki awal tahun 2026, salah satu fenomena langit yang patut diperhatikan adalah Wolf Moon atau Bulan Serigala yang terjadi pada 3 Januari 2026. 

Nama unik ini kerap menimbulkan rasa penasaran, namun Wolf Moon sejatinya bukan fenomena berbahaya. Istilah tersebut merujuk pada bulan purnama pertama yang muncul setiap Januari.

Meski demikian, Wolf Moon pada 2026 memiliki keistimewaan tersendiri. Bulan purnama kali ini berada pada jarak yang relatif lebih dekat dengan Bumi dibandingkan rata-rata, sehingga tampak lebih besar dan lebih terang di langit malam. Kondisi ini membuatnya semakin menarik untuk diamati.

Dikutip dari Space, sebutan Wolf Moon berasal dari gambaran serigala lapar yang melolong di tengah kerasnya musim dingin Januari di belahan Bumi utara. Nama ini pertama kali digunakan oleh Suku Algonqoin yang dahulu mendiami wilayah Amerika Serikat bagian Utara dan Timur. Mereka menamainya demikian karena pada bulan purnama pertama di Januari, suara lolongan serigala sering terdengar dari luar desa, terutama saat persediaan makanan menipis dan salju tebal menyelimuti lingkungan sekitar.

Secara astronomi, bulan purnama terjadi ketika Matahari dan Bulan berada pada sisi yang berlawanan dari Bumi. Posisi ini membuat permukaan Bulan yang menghadap Bumi terlihat sepenuhnya dan memantulkan cahaya Matahari dengan maksimal.

Selain Wolf Moon, bulan purnama Januari juga dikenal dengan berbagai nama lain di berbagai budaya. Sebagian masyarakat menyebutnya Quiet Moon, sementara komunitas adat Assiniboine di Kanada menamainya Center Moon karena kemunculannya di pertengahan musim dingin. 

Menurut Old Farmer’s Almanac, bulan ini juga dikenal sebagai Severe Moon yang mencerminkan kerasnya kondisi alam pada Januari. Di Sri Lanka, bulan purnama Januari bertepatan dengan perayaan Duruthu Poya Day. 

Hari suci umat Buddha ini menandai kunjungan pertama Sang Buddha ke wilayah tersebut serta berdirinya kuil Buddha pertama di negara itu.

Waktu pengamatan Wolf Moon berbeda-beda di setiap wilayah dunia. Fenomena ini dapat diamati mulai pukul 05.03 pagi waktu New York, 10.03 waktu London, 19.03 waktu Tokyo, 18.03 waktu Beijing, dan 21.03 waktu Sydney. Sementara di Indonesia, khususnya Jakarta, Wolf Moon mulai dapat disaksikan pada pukul 17.03 WIB, dengan catatan kondisi cuaca cerah dan tidak hujan.

Saat Wolf Moon terjadi, permukaan Bulan akan tampak membentang luas dan menghadap langsung ke Bumi, menciptakan pemandangan alam yang menakjubkan.

Namun, di balik keindahan fenomena ini, masyarakat pesisir juga diimbau untuk tetap waspada. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam telah mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob di wilayah pesisir Kepulauan Riau yang diperkirakan berlangsung pada 1 hingga 9 Januari 2026.

Fenomena alam memang membawa kekaguman, namun tetap perlu disikapi dengan kesiapsiagaan agar keindahan semesta dapat dinikmati tanpa mengabaikan aspek keselamatan.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut