Kembaran Jupiter Ditemukan di Data Teleskop Kepler, Jaraknya 17.000 Tahun Cahaya dari Bumi
JAKARTA, iNews.id - Berapa banyak planet yang ada di galaksi Bima Sakti? Ini adalah pertanyaan yang sangat menarik bagi tim astronom yang menguraikan data lama yang dikumpulkan oleh Kepler Space Telescope.
Teleskop Kepler pernah mengamati bagian yang jauh dari galaksi Bima Sakti untuk exoplanet yang sebelumnya belum ditemukan antara 2009 hingga 2018. Data Kepler sangat melimpah, dikumpulkan selama hampir satu dekade layanan para peneliti terus membuat penemuan baru setelah pesawat itu pensiun dari layanan.
Studi baru yang dilakukan sekelompok peneliti internasional bekerja dengan data Kepler untuk menemukan planet yang sebelumnya tidak dikenal, yang merupakan kembaran dari raksasa gas Jupiter.
Ternyata, beberapa planet dapat terlihat persis seperti planet lain dan bahkan menempati orbit yang sama di Tata Surya masing-masing, tidak peduli seberapa jauh mereka terbentuk dalam ruang hampa.
Planet yang baru terungkap ini ditemukan lebih dari 17.000 tahun cahaya dari Bumi, yang juga menjadikannya planet terjauh yang pernah ditemukan Teleskop Kepler. Para ilmuwan telah memberi nama planet ini K2-2016-BLG-0005Lb.
Sebagai catatan, exoplanet terjauh yang kita ketahui disebut SWEEPS-4 b, raksasa gas 3,8 kali ukuran Jupiter, terletak 27.723 tahun cahaya dari Bumi. SWEEPS-4 b ditemukan pada tahun 2006.
K2-2016-BLG-0005Lb yang baru ditemukan adalah exoplanet terjauh yang ditemukan Teleskop Kepler selama perjalanannya (yang kita ketahui sejauh ini), tetapi itu bukan objek luar angkasa terjauh yang ditemukan para ilmuwan melalui proses alternatif.
Objek yang jauh di luar angkasa umumnya ditemukan menggunakan salah satu dari lima proses yang berbeda. Planet SWEEPS-4 b yang disebutkan di atas ditemukan menggunakan metode yang disebut "transit", yang berarti kita dapat mengetahui bentuk umum, jarak, dan komposisinya dengan mengamati transisinya di depan masing-masing bintang yang diorbitnya.
Jumlah waktu yang dibutuhkan, jumlah cahaya yang terhalang, dan warna cahaya yang dipantulkan dapat memberi petunjuk kepada para astronom tentang banyak informasi berharga.
Editor: Dini Listiyani