Kesurupan Bisa Menular? Begini Penjelasan Ilmiah Guru Besar UI
"Ketika satu orang panik, orang lain ikut panik. Ketika satu orang histeris, otak kelompok menjadi sangat sugestif. Itulah sebabnya banyak kasus terjadi di sekolah atau pabrik yang anggotanya memiliki tekanan dan lingkungan yang sama," katanya.
Dia menjelaskan, sekolah, pabrik, maupun pesantren merupakan lingkungan yang memiliki interaksi sosial tinggi. Ketika para anggotanya mengalami tekanan psikologis yang serupa, kepanikan seseorang dapat memicu reaksi berantai pada orang lain.
Meski demikian, Prof. Zulys menegaskan bahwa dalam ajaran Islam, keberadaan jin merupakan bagian dari keyakinan yang tertulis dalam Al-Qur'an. Namun, hal itu bukan berarti setiap fenomena kesurupan harus langsung disimpulkan sebagai gangguan makhluk halus tanpa melalui pendekatan ilmiah.
Menurut dia, Islam juga mengajarkan umatnya untuk berikhtiar mencari pengobatan dan memahami sebab-akibat melalui ilmu pengetahuan. Di sisi lain, ikhtiar spiritual seperti rukyah dan membaca ayat suci Al-Qur'an tetap memiliki peran penting sebagai penenang hati.
«"Jadi, antara ikhtiar ilmiah dan ikhtiar spiritual tidak perlu dipertentangkan, justru saling melengkapi. Kalau semua kesurupan langsung dibilang jin, kita berhenti belajar. Kalau semua dibilang gangguan jiwa, kita juga berhenti memahami agama. Orang berilmu tidak memilih salah satu, ia mencari seluruh penjelasan yang ada," katanya.