Ketahui Fenomena Langit Menarik yang Terjadi hingga Pertengahan 2021

Intan Rakhmayanti Dewi ยท Kamis, 07 Januari 2021 - 12:01:00 WIB
Ketahui Fenomena Langit Menarik yang Terjadi hingga Pertengahan 2021
Ketahui Fenomena Langit Menarik yang Terjadi hingga Pertengahan 2021 (Foto: NASA)

JAKARTA, iNews.id - Fenomena langit menarik dapat disaksikan tahun ini. Di pekan pertama 2021, ada hujan meteor Quadrantid yang terjadi pada 3-4 Januari.

Quadrantid ini dianggap sebagai hujan meteor tahunan terbaik. Hujan Meteor Quadrantid akan mencapai puncaknya pada 3-4 Januari 2021, yang menghasilkan sekitar 50-100 meteor.

Selain meteor Quadrantid, lalu fenomena apa selanjutnya? Berikut adalah sejumlah fenomena langit paling menarik yang dinantikan hingga pertengahan 2021. 

1. Wolf Moon (28 Januari)

Wolf Moon merupakan nama yang biasa diberikan kepada purnama pertama setiap tahunnya. Suku Algonqoin yang dulu menempati wilayah Amerika Serikat bagian Utara dan Timur, yang menamainya. Penamaan tersebut diambil karena ketika terjadi Bulan Purnama pertama di Januari, sekumpulan serigala yang berada di luar desa di tengah cuaca dingin dan salju tebal melolong bersamaan. Bulan purnama terjadi ketika Matahari dan bulan berada pada sisi yang berlawanan dari bumi, sehingga bulan nampak lebih terang.

2. Hujan Meteor Lyrid (22 - 23 April)

Hujan Meteor Lyrid biasanya terjadi sejak 16 - 25 April setiap tahunnya, dan biasanya mencapai puncak pada 22 atau 23 April. Lyrid diketahui sebagai salah satu hujan meteor tertua di dunia, dan telah diamati selama sekitar 2.700 tahun. Hujan meteor ini terbuat dari puing-puing Komet Thatcher, yang membutuhkan waktu sekitar 415 tahun untuk mengelilingi matahari. Komet tersebut diperkirakan tidak akan terlihat dari bumi hingga 2276 mendatang.

3. Supermoon (27 April)

Fenomena alam Supermoon pada tanggal ini menjadi yang pertama dari tiga femomena serupa yang akan terjadi sepanjang 2021. Supermoon terjadi ketika Bulan berada di jarak paling dekat dengan Bumi, sehingga terlihat lebih besar dan lebih terang dari biasanya. Fenomena ini juga dikenal sebagai Pink Moon, bukan karena warnanya, tetapi karena secara tradisional menandai mulai mekarnya bunga di Belahan Bumi Utara.

Editor : Dini Listiyani

Halaman : 1 2