Lapisan Ozon Dapat Dipulihkan, Masalah Iklim Bisa Diatasi
JAKARTA, iNews.id - Panel berteknologi tinggi yang didukung PBB menghitung lapisan ozon Bumi bisa dipulihkan dalam kurun waktu 40 tahun. Artinya, masalah iklim dapat segera dihentikan.
Sebagaimana dikutip dari Metro, panel ilmiah mengungkap hampir 90 persen zat perusak ozon telah dihapus sejak 1989, menegaskan keberhasilan yang disebut Protokol Montreal. Dengan pulihnya lapisan ozon, manusia menghadapi lebih sedikit paparan sinar ultraviolet (UV) berbahaya. Pemanasan global juga akan berkurang 0,5 derajat Celcius.
"Dampak Protokol Montreal terhadap mitigasi perubahan iklim tidak dapat diabaikan. Selama 35 tahun terakhir, Protokol telah menjadi juara sejati bagi lingkungan," kata Sekretaris Eksekutif Sekretariat Ozon Program Lingkungan PBB Meg Seki.
Penilaian yang dilakukan Panel Penelitian Ilmiah tetap menjadi komponen penting dari kerja Protokol, yang membantu menginformasikan pembuat kebikakan dan keputusan. Laporan menjelaskan dampak positif dari perjanjian 1984 terhadap iklim.
Hal ini menunjukkan, jika manusia bertindak, manusia dapat menghentikan pemanasan global yang merusak planet Bumi. Perjanjian tambahan 2016 yang dikenal Amandemen Kigali terhadap Protokol Montreal mengharuskan pengurangan bertahap produksi dan konsumsi banyak hidrofluorokarbon (HFC).
HFC tak secara langsung menguras ozon, tapi merupakan gas perubahan iklim yang kuat. Panel penilaian ilmiah mengatakan amandemen diperkirakan akan menghindari pemanasan 0,3–0,5°C pada 2100.
"Keberhasilan kami dalam menghapus bahan kimia pemakan ozon secara bertahap menunjukkan kepada kami apa yang dapat dan harus dilakukan," ujarnya.
Jika kebijakan saat ini tetap berlaku, lapisan ozon diperkirakan akan pulih sekitar tahun 2066 di Antartika, 2045 di atas Arktik, dan 2040 di seluruh dunia. Lubang ozon Antartika perlahan-lahan membaik luas dan dalamnya sejak 2000.
Editor: Dini Listiyani