Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tangis Inarasati Pecah, Anaknya Didiagnosis ADHD dan Autisme
Advertisement . Scroll to see content

Main Minecraft Bikin Anak ADHD Lebih Mudah Ingat? Studi Ungkap Temuan Mengejutkan

Selasa, 06 Oktober 2026 - 19:28:00 WIB
Main Minecraft Bikin Anak ADHD Lebih Mudah Ingat? Studi Ungkap Temuan Mengejutkan
Minecraft dikaitkan dengan kemampuan mengingat anak ADHD. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Satu penelitian menemukan bahwa eksplorasi lingkungan virtual baru menggunakan Minecraft dapat membantu anak dan remaja dengan attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) mengingat informasi yang sebelumnya mereka pelajari.

Temuan tersebut berasal dari penelitian berjudul 'Exploration of a novel virtual environment improves memory consolidation in ADHD' yang diterbitkan di jurnal Scientific Reports pada 2020.

Penelitian ini melibatkan 68 anak dan remaja berusia 9-15 tahun. Sebanyak 34 peserta memiliki ADHD, sedangkan 34 peserta lainnya merupakan kelompok dengan perkembangan tipikal.

Dalam eksperimen tersebut, peserta terlebih dahulu diminta mempelajari 20 kata. Sekitar 45 menit kemudian, mereka menjalani sesi eksplorasi lingkungan virtual yang dibuat menggunakan Minecraft.

Para peneliti membandingkan efek eksplorasi lingkungan virtual yang sudah dikenal dengan lingkungan yang benar-benar baru bagi peserta. Kemampuan mengingat kata-kata tersebut kemudian diuji kembali, termasuk 24 jam setelah proses pembelajaran.

Hasilnya cukup menarik. Pada kelompok peserta dengan ADHD, mereka yang mengeksplorasi lingkungan virtual baru mampu mempertahankan sekitar 15,67 persen lebih banyak kata dibandingkan peserta ADHD yang mengeksplorasi lingkungan yang sudah familiar.

Temuan ini menunjukkan bahwa pengalaman baru setelah proses belajar mungkin berperan dalam membantu proses konsolidasi memori pada anak dan remaja dengan ADHD.

Bukan Berarti Minecraft Langsung Meningkatkan Ingatan

Meski demikian, penelitian ini tidak bisa diartikan bahwa bermain Minecraft secara umum terbukti meningkatkan daya ingat anak ADHD.

Minecraft dalam penelitian tersebut digunakan sebagai media untuk menciptakan lingkungan virtual yang dapat dieksplorasi. Fokus utama penelitian adalah efek dari eksplorasi lingkungan baru atau novelty terhadap konsolidasi memori.

Dengan demikian, yang menjadi perhatian peneliti bukan sekadar aktivitas bermain Minecraft, melainkan pengalaman menjelajahi lingkungan virtual yang baru setelah peserta mempelajari informasi.

Konsolidasi memori sendiri merupakan proses ketika informasi yang baru dipelajari menjadi lebih stabil dan tersimpan dalam ingatan jangka panjang.

Efek Berbeda pada Anak Tanpa ADHD

Menariknya, efek tersebut tidak ditemukan dengan pola yang sama pada kelompok anak dan remaja yang berkembang tipikal.

Peneliti tidak menemukan peningkatan konsolidasi memori setelah eksplorasi lingkungan virtual baru pada kelompok tersebut. Bahkan, tingkat eksplorasi dan keterlibatan yang lebih tinggi dalam lingkungan virtual baru berkaitan dengan performa memori yang lebih buruk pada kelompok ini.

Karena itu, hasil penelitian tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan bahwa eksplorasi virtual atau Minecraft memperburuk daya ingat anak tanpa ADHD.

Peneliti justru melihat adanya kemungkinan bahwa novelty atau pengalaman baru memberikan dampak yang berbeda pada proses memori, tergantung kondisi neurokognitif seseorang.

Diduga Berkaitan dengan Dopamin dan Noradrenalin

Lantas, mengapa pengalaman baru dapat membantu memori pada peserta dengan ADHD?

Para peneliti mengaitkan temuan tersebut dengan konsep behavioral tagging. Secara teori, pengalaman baru dapat memicu sistem neuromodulator tertentu, termasuk jalur dopaminergik dan noradrenergik, yang berperan dalam proses plastisitas saraf dan konsolidasi memori.

Hipokampus, salah satu bagian otak yang berperan penting dalam pembentukan dan konsolidasi memori, menjadi salah satu bagian yang relevan dalam mekanisme tersebut.

Namun, penting dicatat bahwa penelitian ini tidak secara langsung mengukur pelepasan dopamin atau noradrenalin pada peserta saat mereka mengeksplorasi Minecraft.

Artinya, hubungan antara pengalaman baru, sistem dopaminergik dan noradrenergik, serta penguatan memori merupakan penjelasan mekanistik yang diajukan berdasarkan teori dan penelitian sebelumnya, bukan sesuatu yang secara langsung dibuktikan melalui pengukuran neurotransmiter dalam eksperimen ini.

Penelitian tersebut memberikan gambaran bahwa pengalaman baru setelah belajar mungkin memiliki peran berbeda terhadap konsolidasi memori pada anak dengan ADHD.

Temuan ini sekaligus membuka kemungkinan bahwa lingkungan virtual dapat digunakan untuk mempelajari lebih lanjut hubungan antara novelty, perhatian, ADHD, dan proses pembentukan memori.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut