Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Lingkar Paha Berkaitan dengan Risiko Kematian akibat Penyakit Jantung, Ini Penjelasannya
Advertisement . Scroll to see content

Studi di Jepang Teliti Kualitas Udara saat Tembakau Dipanaskan, Ini Hasilnya

Selasa, 08 September 2026 - 11:21:00 WIB
Studi di Jepang Teliti Kualitas Udara saat Tembakau Dipanaskan, Ini Hasilnya
Peneliti mengevaluasi kualitas udara di dalam ruangan saat produk tembakau dipanaskan digunakan pada suhu maksimal 320 derajat celsius. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Studi di Jepang meneliti perubahan kualitas udara dalam ruangan ketika produk tembakau dipanaskan (heated tobacco product/HTP). Hasil penelitian menunjukkan hanya sebagian kecil dari parameter kualitas udara yang mengalami peningkatan dan konsentrasinya masih berada di bawah ambang batas paparan yang ditetapkan sejumlah lembaga kesehatan, keselamatan, dan lingkungan.

Penelitian berjudul Effect of the Use of a Heated Tobacco Product on Indoor Air Quality in Environmentally-Controlled Chamber dilakukan Katsunari Fujisawa bersama tim. Studi tersebut dipublikasikan dalam jurnal Aerosol and Air Quality Research pada 9 April 2026.

Dalam riset tersebut, peneliti mengevaluasi kualitas udara di dalam ruangan saat produk tembakau yang dipanaskan digunakan pada suhu maksimal 320 derajat Celsius dan menghasilkan aerosol. Sebanyak 56 parameter kualitas udara diukur dalam ruang uji yang dirancang menyerupai kondisi restoran dan hunian.

Parameter yang diperiksa meliputi karbon monoksida, karbon dioksida, senyawa organik volatil, partikulat, logam, amonia, propilen glikol, gliserol, hingga berbagai senyawa lainnya.

"Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan produk tembakau yang dipanaskan hanya menyebabkan peningkatan pada sebagian kecil parameter kualitas udara. Dari 56 parameter yang diukur, enam parameter meningkat pada kondisi yang menyerupai restoran, sedangkan sembilan parameter lainnya meningkat pada kondisi yang menyerupai hunian," tulis peneliti dalam studi tersebut.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut