Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tragis! 3 Astronaut China Terlantar di Luar Angkasa gegara Tabrak Puing Antariksa
Advertisement . Scroll to see content

Mars Diprediksi Pernah Mempunyai Lautan dan Kehidupan

Selasa, 03 Maret 2020 - 05:01:00 WIB
Mars Diprediksi Pernah Mempunyai Lautan dan Kehidupan
Sampel batuan suevit yang terbentuk hampir 15 juta tahun yang lalu oleh dampak meteorit Ries Crater (Foto: NASA)
Advertisement . Scroll to see content

CALIFORNIA, iNews.id - Rover Mars 2020 akan diluncurkan oleh NASA akhir tahun ini. Rover akan menuju ke Planet Merah untuk mencari bukti kehidupan di sana.

Para ilmuwan tidak berpikir ada kehidupan asing di Mars untuk masa sekarang. Tapi, mereka berpikir kehidupan ada di Planet Merah pada miliaran tahun yang lalu.

Sebuah penelitian baru yang mengamati situs-situs meteorit kuno di Bumi dapat memberikan petunjuk mengenai bagaimana kehidupan dapat berkembang di sana.

"Pertanyaan yang menggerakkan minat kami bukanlah apakah ada kehidupan di Mars saat ini. Kami didorong dengan bertanya apakah ada kehidupan di Mars miliaran tahun yang lalu, yang tampaknya jauh lebih mungkin," kata Profesor Biogeokimia terkemuka di University of California Riverside Tim Lyons yang dikutip dari Digital Trends, Selasa (3/3/2020).

Lyons dan timnya ingin mengetahui bagaimana mungkin Mars memiliki air di permukaannya dulu karena jauh dari Matahari dibanding Bumi. Pada saat itu, Matahari tidak akan menghasilkan panas yang banyak.

"Untuk membuat planet cukup hangat untuk air permukaan, atmosfernya membutuhkan sejumlah besar gas rumah kaca, khususnya karbon dioksida," kata Mahasiswa pascasarjana UCR dan penulis pendamping pertama paper ini Chris Tino.

Tidak ada cara untuk mengukur jumlah karbon dioksida yang secara historis berada di atmosfer Mars. Jadi, tim mencari analog di Bumi. Tim menemukan kawah Nordlinger Ries di Jerman, yang terbentuk saat sebuah meteorit menghantam Bumi 15 juta tahun lalu.

Tim mempelajari kawah Nordlinger Ries dan menemukan air yang dikandungnya mempunyai tingkat pH dan alkalinitas yang tinggi, suatu kombinasi yang dapat memungkinkan mikroorganisme bertahan hidup.

"Sampel batuan kawah Ries memiliki rasio isotop nitrogen yang dapat dijelaskan dengan pH tinggi. Terlebih lagi, mineral dalam sedimen kuno memberitahu kita, alkalinitas juga sangat tinggi," ujar rekan penulis Eva Stüeken, seorang dosen di University of St. Andrews di Skotlandia.

Temuan terbaru menunjukkan Mars dapat memiliki kondisi serupa jika memiliki tingkat karbon dioksida sangat tinggi di atmosfernya. Karbon dioksida yang tinggi akan mengisolasi planet awal dan membuatnya cukup hangat untuk memiliki air di permukaannya.

"Mungkin 10-20 tahun sebelum sampel dibawa kembali ke Bumi. Tapi, sya senang mengetahui kami mungkin telah membantu mendefinisikan salah satu pertanyaan pertama yang diajukan setelah sampel ini didistribusikan ke laboratorium di Amerika Serikat dan seluruh dunia," ujar Lyons.

Editor: Dini Listiyani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut