Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Langka! Matahari Tepat di Atas Ka'bah Hari Ini
Advertisement . Scroll to see content

Matahari Tepat di Atas Ka'bah Hari Ini, Sains Bongkar Penyebabnya!

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:07:00 WIB
Matahari Tepat di Atas Ka'bah Hari Ini, Sains Bongkar Penyebabnya!
Matahri tepat di atas Kabah. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - FenomenaRashdul Kiblat kembali terjadi dan menarik perhatian masyarakat. Pada momen ini, Matahari berada tepat di atas Ka'bah di Makkah, Arab Saudi.

Banyak orang menganggapnya sebagai peristiwa langka, padahal fenomena ini merupakan kejadian astronomi yang dapat diprediksi dan terjadi secara rutin setiap tahun. Seperti apa penjelasan selengkapnya?

Apa Itu Rashdul Kiblat?

Rashdul Kiblat adalah fenomena ketika Matahari berada tepat atau hampir tepat di atas Ka'bah saat waktu kulminasi atau tengah hari di Makkah.

Karena posisi Matahari sejajar dengan Ka'bah, bayangan benda yang terkena sinar Matahari di berbagai wilayah yang masih mengalami siang hari akan mengarah tepat ke Ka'bah. Hal itulah yang membuat fenomena ini dimanfaatkan sebagai cara paling mudah dan akurat untuk mengecek arah kiblat.

Mengapa Matahari Bisa Tepat di Atas Ka'bah?

Secara ilmiah, Rashdul Kiblat terjadi karena pergerakan Bumi mengelilingi Matahari atau revolusi Bumi, ditambah dengan kemiringan sumbu rotasi Bumi sekitar 23,5 derajat.

Akibat kemiringan tersebut, posisi semu Matahari di langit tidak selalu sama sepanjang tahun. Dalam astronomi, perubahan posisi ini dikenal sebagai deklinasi Matahari, yaitu letak Matahari terhadap garis khatulistiwa langit yang terus bergeser dari utara ke selatan dan sebaliknya.

Sementara itu, Ka'bah berada di koordinat sekitar 21,42 derajat Lintang Utara. Ketika deklinasi Matahari mencapai nilai yang sama dengan lintang Ka'bah, Matahari akan tampak tepat berada di atas bangunan suci tersebut saat tengah hari di Makkah.

Peristiwa ini biasanya terjadi dua kali dalam setahun, yakni sekitar 27-28 Mei saat Matahari bergerak ke arah utara dan 15-16 Juli ketika Matahari bergerak kembali ke arah selatan. Karena lintasan semu Matahari selalu dapat dihitung dengan sangat presisi, waktu terjadinya Rashdul Kiblat pun dapat diprediksi jauh hari sebelumnya.

Mengapa Bayangan Bisa Menunjukkan Arah Kiblat?

Ketika Matahari tepat berada di atas Ka'bah, seluruh sinar Matahari datang dari arah Ka'bah menuju Bumi. Akibatnya, bayangan benda yang berdiri tegak akan membentuk garis lurus yang mengarah ke Ka'bah.

Prinsip inilah yang dimanfaatkan dalam ilmu falak atau astronomi Islam untuk menentukan arah kiblat. Bahkan sebelum hadirnya kompas digital dan teknologi GPS, para ahli falak telah menggunakan Rashdul Kiblat sebagai salah satu metode paling akurat untuk mengoreksi arah kiblat masjid maupun musala.

Hingga kini, banyak lembaga falak, kementerian agama, observatorium, hingga pengelola masjid memanfaatkan fenomena tersebut sebagai momen untuk melakukan kalibrasi arah kiblat.

Bagaimana Cara Memanfaatkan Rashdul Kiblat?

Masyarakat dapat memanfaatkan Rashdul Kiblat dengan cara yang cukup sederhana. Saat waktu fenomena berlangsung, siapkan sebuah benda yang benar-benar berdiri tegak lurus, seperti tongkat, tiang, atau benang yang diberi pemberat.

Amati bayangan yang terbentuk tepat pada waktu Rashdul Kiblat. Garis yang ditunjukkan oleh bayangan tersebut menjadi acuan arah kiblat dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi.

Namun, metode ini hanya dapat dilakukan apabila cuaca cerah sehingga Matahari terlihat jelas. Jika langit mendung atau hujan, bayangan tidak akan terbentuk secara sempurna sehingga pengamatan tidak bisa dilakukan.

Sebagai catatan, Rashdul Kiblat berbeda dengan gerhana Matahari. Pada Rashdul Kiblat, Matahari tetap bersinar normal. Yang berubah hanyalah posisi semunya yang tepat berada di atas Ka'bah akibat revolusi Bumi mengelilingi Matahari.

Sebaliknya, gerhana Matahari terjadi ketika Bulan berada di antara Bumi dan Matahari sehingga cahaya Matahari tertutup sebagian atau seluruhnya. Oleh karena itu, Rashdul Kiblat tidak menyebabkan langit menjadi gelap.

Di era modern, aplikasi penunjuk arah kiblat memang semakin mudah diakses. Namun, Rashdul Kiblat tetap memiliki nilai penting karena menjadi salah satu metode astronomi yang paling akurat untuk memverifikasi arah kiblat secara langsung menggunakan posisi Matahari.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut