NASA Akan Kembalikan Batu ke Permukaan Mars Usai 1.000 Tahun Tiba di Bumi

Dini Listiyani ยท Rabu, 29 Juli 2020 - 10:05 WIB
NASA Akan Kembalikan Batu ke Permukaan Mars Usai 1.000 Tahun Tiba di Bumi

Perseverance rover (foto: NASA)

CALIFORNIA, iNews.id - Manusia akan membuat sejarah baru dengan mengirimkan potongan kecil batu dari permukaan Mars kembali ke Planet Merah untuk pertama kalinya. Fragmen meteorit Sayh al Uhaymir 008 atau SaU 008 akan menumpang pada misi penjelajah NASA Perseverance.

Fragmen meteorit Sayh al Uhaymir 008 akan menumpang pada misi penjelajah NASA pada Kamis, 30 Juli 2020, 600.000 tahun usai meninggalkan Mars. Meteorit ini pun sudah sekitar 1.000 tahun tiba di Bumi.

Perseverance akan menggunakan SaU 008 untuk mengkalibrasi pemindaian dan instrumen sensitifnya begitu mendarat, memperlakukannya sebagai titik referensi untuk batuan dan material lain yang akan ditemui dalam perjalanannya melintasi permukaan Mars.

“Batu kecil ini punya kisah hidup yang cukup. Batu terbentuk sekitar 450 juta tahun lalu, diledakkan di Mars oleh asteroid atau komet sekitar 600.000-700.000 tahun yang lalu. Lalu, kemudian mendarat di Bumi; kita tidak tahu persis kapan tapi kemungkinan 1.000 tahun yang lalu.  Dan, sekarang akan kembali ke Mars,” kata Head of Earth Sciences Collections and Principal Curator of Meteorites at the Natural History Museum in the UK Caroline Smith yang dikutip dari Science Alert, Rabu (28/7/2020).

Meteorit yang berasal dari SaU 008 ditemukan di Oman pada 1999 dan fragmen SaU 008 telah menjadi bagian dari koleksi Museum Sejarah Alam sejak 2000. Gelembung kecil gas yang terperangkap di dalam batu itu sangat cocok dengan kondisi atmosfer Mars.

Potongan kecil SaU 008 akan dipasang pada spektrometer Scanning Habitable Environments with Raman and Luminescence for Organics and Chemicals (SHERLOC) yang dibawa oleh Perseverance yang akan menggunakan laser untuk menganalisis komposisi kimia dan organik batuan Mars.

“Instrumen SHERLOC adalah kesempatan yang berharga untuk mempersiapkan pesawat luar angkasa manusia serta untuk melakukan penyelidikan ilmian mendasar dari permukaan Mars,” kata penyelidik dan kurator SHERLOC dari material luar angkasa Marc Fries.

Tentu saja, ada cara lain NASA bisa mengkalibrasi instrumen itu. Tapi, seperti paper yang dipresentasikan pada Lunar and Planetary Science Conference tahun lalu menjelaskan, kepulangan sebagian SaU 008 juga menawarkan tujuan pendidikan dan penjangkauan publik yang unik.

Baik NASA dan SpaceX memiliki sejarah menggunakan barang-barang unik dan menarik untuk membantu mereka dalam misi. Jadi, mengirim batu Mars kembali ke Planet Merah kemungkinan mempunyai tujuan bermanfaat.

Editor : Dini Listiyani