NASA Bakal Kirim Boneka Phantom Mengelilingi Bulan Tahun Depan
Pengujian ini akan memastikan rompi 26kg tidak akan menganggu kegiatan sehari-hari astronot. Jika semua berjalan dengan baik, percobaan dua bagian ini dapat membuat kru astronot di masa depan mengenakan StemRad selama event radiasi ekstrem seperti suar Matahari yang kuat. Namun, sejauh ini belum ada misi yang dijadwalkan untuk terbang menggunakan rompi StemRad selain Artemis 1.
Radiasi dari Matahari dan deep space adalah salah satu hambatan utama untuk perjalanan jangka panjang di luar angkasa. Rompi StemRad dirancang untuk melindungi manusia dari efek keracunan radiasi yang dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan, termasuk kematian mendadak.
"Kami sangat senang menerbangkan (StemRad) dalam misi ini," kata Thomas Berger, pemimpin tim dari kelompok biofisika di German Aerospace Center (DLR) yang dikutip dari Space, Rabu (4/12/2019).
Berger mengatakan, tim bersyukur memiliki kesempatan untuk terbang. Investigasi akan memakan banyak ruang fisik pada misi Artemis 1 karena boneka menempati dua kursi dan rompi tersebut besar.
Rompi terbuat dari polyethylene high-density, plastik yang digunakan untuk segala sesuatu mulai dari rompi antipeluru hingga mainan anak-anak. Rompi dirancang agar bahannya lebih tebal di atas organ vital dan area sensitif.
Bagian-bagian tubuh manusia yang paling sensitif terhadap radiasi di antaranya adalah payudara, lambung, usus, paru-paru, sumsum tulang, dan ovarium. SteamRad versi yang diterbangkan pada Artemis 1 dioptimalkan untuk tubuh perempuan.
Tubuh perempuan dianggap lebih sensitif terhadap radiasi dibanding pria. Tapi, seperti yang dikatakan Berger, dalam penggunaan praktis rompi dapat dengan mudah disesuaikan agar sesuai dengan bentuk tubuh perempuan dan laki-laki.
Editor: Dini Listiyani