NASA Lihat Pulau Baru di Sumudera Pasifik, Hasil Serangkaian Letusan Gunung Berapi 

Dini Listiyani · Sabtu, 24 September 2022 - 13:02:00 WIB
NASA Lihat Pulau Baru di Sumudera Pasifik, Hasil Serangkaian Letusan Gunung Berapi 
NASA Lihat Pulau Baru di Sumudera Pasifik (Foto: NASA Earth Observatory / Lauren Dauphin)

JAKARTA, iNews.id - NASA melihat sebuah pulau yang baru lahir di Samudera Pasifik. Pulau ini adalah hasil dari serangkaian letusan gunung berapi yang terletak di Home Reef, gunung bawah laut di Central Tonga Islands. 

NASA mengatakan gunung bawah laut itu berulang kali mengeluarkan lava dan gumpalan abu serta asap mulai 10 September. Namun, 11 jam setelah letusan dimulai, badan antariksa mulai memperhatikan pulau baru itu. 

Tonga Geological Services mengatakan pulau itu diyakini berada sekitar 10 meter (33 kaki) di atas permukaan laut dan lebar 4.000 meter persegi (kira-kira 1 acre). Namun, enam hari kemudian, pulau yang baru lahir itu telah berkembang menjadi lebih dari 24.000 meter (sekitar 6 hektar). Itu pertumbuhan yang cukup besar dan menunjukkan seberapa banyak gunung bawah laut telah meletus selama hari-hari itu.

Gambar pulau yang baru lahir yang dipamerkan di atas ditangkap oleh Landsat 9, yang merupakan bagian dari Operational Land Imager-2 NASA. Gambar itu diambil pada 14 September dan tidak menunjukkan seberapa besar pertumbuhan pulau itu sejak kemunculan pertamanya.

Sayangnya, NASA mengatakan pulau yang baru lahir ini kemungkinan tidak akan bertahan lama. Sebagian besar pulau yang diciptakan oleh gunung berapi bawah laut berumur pendek. Namun, beberapa telah bertahan selama beberapa tahun. Apakah itu akan terbukti menjadi kasus di sini atau tidak, sebagaimana dikutip dari Digital Trends. 

Gunung bawah laut Home Reef telah mencatat empat periode letusan sejak awal 1852. Pulau-pulau kecil terbentuk setelah peristiwa itu dan peristiwa lain tahun 1857. Letusan tambahan pada1984 dan 2006 juga menghasilkan pulau-pulau sementara yang masif dengan tebing setinggi 70 meter.

Lokasi pulau yang baru lahir ini memang sudah biasa karena berada di kawasan dengan tiga lempeng tektonik. Lempeng-lempeng tersebut terus-menerus bertemu, mendorong Lempeng Pasifik lebih jauh di bawah dua lainnya. Hal ini telah menyebabkan salah satu daerah vulkanik paling aktif di lautan dan menghasilkan salah satu parit terdalam di Bumi.

Editor : Dini Listiyani

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda