NASA Uji Perangkat untuk Eksplorasi Lautan Es yang Ada di Luar Angkasa

Dini Listiyani ยท Rabu, 27 November 2019 - 06:01 WIB
NASA Uji Perangkat untuk Eksplorasi Lautan Es yang Ada di Luar Angkasa

BRUIE yang berada di Antartika. (Foto: NASA)

CALIFORNIA, iNews.id - Rover tidak selalu dirancang untuk berkeliaran di permukaan planet seperti Mars. Ada juga rover yang dirancang untuk keperluan akuatik agar bisa menjelajah Encelandus, Europa, dan dunia berair lain di Tata Surya. 

Rover disebut sebagai Buoyant Rover for Under-Ice Exploration (BRUIE). BRUIE tidak berenang, type kendaraan submarine. Kendaraan beroda BRUIE dirancang untuk mengemudi terbalik di atas lapisan es. Rover mengapung, yang membuatnya menempel di langit-langit es. 

BRUIE saat ini berada di Antartika, tepatnya di Casey Research Station Australia. Selama bulan depan, operator akan menguji ketahanannya untuk mengantisipasi misi masa depan ke dunia lautan es, kemungkinan Europa. 

Pengujian akan fokus pada area interface, tempat lapisan es bertemu air. Area interface ice-water penting karena di dunia seperti Europa, mereka dapat memiliki kimia yang sangat dinamis.

Di Bumi, ada juga konsentrasi bentuk kehidupan yang lebih tinggi dalam jenis interface ini. Para ilmuwan juga dapat belajar banyak dari topografi bagian bawah es, termasuk bagaimana es terbentuk. 

"Cangkang es yang menutupi lautan yang jauh ini berfungsi sebagai jendela menuju lautan di bawah. Dan, kimia es dapat membantu memberi makan kehidupan di dalam lautan itu. Di Bumi, es yang menutupi lautan kutub kita memiliki perang yang sama, dan tim kami sangat tertarik pada apa yang terjadi di mana air bertemu es," kata pemimpin penelitian JPL Kevin Hand yang dikutip dari Science Alert, Rabu (27/11/2019).

Kendati demikian, area interface dapat sulit dijelajahi. Mengingat, submersible tidak praktis. "Sebagian besar submersible mempunyai tantangan untuk menyelidiki area ini karena arus laut dapat menyebabkan mereka jatuh atau mereka akan membuang terlalu banyak posisi mempertahankan daya," kata lead engineer Andy Klesh. 

Oleh karena itu, BRUIE menggunakan daya apung untuk tetap berlabuh melawan es dan kebal terhadap sebagian besar arus. Selain itu, rover juga mati dan hidup saat perlu melakukan pengukuran, sehingga dapat menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mengamati lapisan es bagian bawah. 

BRUIE memiliki panjang satu meter (3 kaki) dan dilengkapi dengan dua roda. Kendaraan bergulir di bawah es dan memiliki kamera, lampu, serta peralatan komunikasi di atasnya. 

BRUIE juga dapat membawa beberapa instrumen ilmiah, yang akan dilampirkan nanti jika pengujian awal berjalan dengan baik. Selama pengujian sebelumnya di kutub utara, rover menghabiskan waktu tanpa ikatan, berkomunikasi melalui es ke stasiun pangkalan, dan akhirnya ke JPL.


Editor : Ranto Rajagukguk