Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sisa Supernova Ternama Simpan Rahasia, Apa Itu?
Advertisement . Scroll to see content

NASA Ungkap Debu Berhasil Selamat dalam Ledakan Supernova

Selasa, 12 Februari 2019 - 06:01:00 WIB
NASA Ungkap Debu Berhasil Selamat dalam Ledakan Supernova
Debu berhasil lolos dari ledakan supernova (Foto: Slash Gears)
Advertisement . Scroll to see content

SAN FRANCISCO, iNews.id - Debu kosmik tercipta saat bintang-bintang raksasa merah mati dan materialnya menyebar ke awan antarbintang. Ledakan supernova diketahui menghancurkan partikel debu tapi teleskop SOFIA NASA justru mengamati sebaliknya.

Para astronom menghabiskan waktu selama 30 tahun terakhir untuk mempelajari Supernova 1987A, sebuah ledakan terdekat yang ditemukan pertama kali pada 1987. Dengan harapan wilayah itu sebagian besar bebas dari debu, para ilmuwan justru menemukan fakta mengejutkan.

Mereka menemukan material dalam keadaan berlimpah, menunjukkan debu bisa terbentuk setelah gelombang ledakan supernova. Penelitian ini bisa menghasilkan jawaban mengenai alasan banyak debu kosmik di galaksi.

Sebelum ledakan, Supernova 1987A memiliki serangkaian cincin berbeda, dengan debu yang diyakini telah hancur. Tapi, pengamatan teleskop SOFIA baru-baru ini mengungkapkan, debu tumbuh dalam populasi, baik membentuk kembali atau dari partikel yang tersisa.

"Debu yang terdeteksi oleh SOFIA bisa dihasilkan dari pertumbuhan signifikan partikel yang ada atau pembentukan populasi baru. Pengamatan baru ini memaksa para astronom untuk mempertimbangkan kemungkinan lingkungan pasca-ledakan mungkin siap untuk membentuk atau re-form debu setelah gelombang ledakan berlalu," tulis NASA seperti dilaporkan dari Slash Gears, Selasa (12/2/2019).

Pada dasarnya observatorium terbang, SOFIA merupakan Boeing 747SP yang dimodifikasi dan memiliki teleskop berdiameter 106 inci. Dioperasikan bersama oleh NASA dan DLR Aerospace Center Jerman, SOFIA lebih cocok untuk mempelajari debu kosmik yang bertindak sebagai blok bangunan untuk planet dan bintang.

Teleskop berbasis di daratan tidak bisa mendeteksi partikel debu menggunakan spektrum infrared karena penyerapan dari air dan karbon dioksida.

Editor: Dini Listiyani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut