NEO-1, Satelit Observasi Bumi Buatan BRIN yang Siap Meluncur 2027
Arif mengungkapkan, satelit tersebut memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sekitar 65 persen, menunjukkan semakin besarnya kemampuan industri dan talenta lokal dalam mengembangkan teknologi satelit.
"NEO-1 ini mengandung TKDN kurang lebih sekitar 65 persen dan sekali lagi itu adalah merupakan salah satu kebanggaan dari kita semua sebagai bangsa Indonesia," ujarnya.
Menurutnya, peluncuran NEO-1 menjadi langkah besar Indonesia menuju kemandirian teknologi antariksa. Keberhasilan sebuah negara di bidang satelit tidak lagi hanya diukur dari kemampuan memiliki satelit, tetapi juga menguasai seluruh proses pembangunannya, mulai dari desain hingga operasional.
"Peluncuran NEO-1 ini akan menjadi tonggak penting yang menunjukkan bahwa Indonesia semakin mampu menguasai seluruh rantai teknologi satelit, mulai dari perancangan, integrasi, pengujian, sehingga operasi misi satelit," tutur Arif.
Meski demikian, BRIN mengingatkan bahwa pengembangan satelit nasional juga menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Orbit rendah bumi (Low Earth Orbit/LEO) kini semakin padat akibat bertambahnya konstelasi satelit global, sehingga meningkatkan risiko tabrakan, penumpukan sampah antariksa, serta persaingan memperebutkan slot orbit dan spektrum frekuensi.