Peneliti Akan Mencari Bukti Kehidupan Alien lewat Pendekatan Teknologi
CALIFORNIA, iNews.id - Para peneliti belum menyerah untuk mencari kehidupan makhluk di luar Bumi. Berkat hibah NASA, peneliti dapat mengembangkan pendekatan baru untuk mencari bukti kehidupan alien luar angkasa.
Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI) kerap menghadapi tantangan saat mencaritahu ke mana harus mencari kehidupan asing. Namun, sekarang para peneliti SETI sudah tahu harus mencari ke mana.
“Kami memiliki ribuan exoplanet termasuk planet layak huni di mana kehidupan dapat terbentuk. Permainan telah berubah,” kata Profesor Fisika dan Astronomi di University of Rochester Adam Frank sebagaimana dikutip dari Digital Trends, Senin (22/6/2020).
Sebagian besar pekerjaan sebelumnya dalam pencarian kehidupan alien berfokus pada dua aspek. Pertama, biosignature yang menggunakan indikator langsung kehidupan seperti mikroba.
Kedua, sinyal radio. Sinyal dapat dianggap menjadi kesamaan yang dihasilkan oleh banyak bentuk kehidupan alien yang cerdas. Nah, pendekatan baru adalah mencari technosignatures.
Technosignatures ini indikatornya adalah pendekatan teknologi. Meskipun luasnya potensi teknologi alien sangat besar, begitu banyak bentuk energi di alam semesta. “Alien bukanlah sihir,” kata Frank.
Para peneliti akan mulai dengan melihat dua teknologi spesifik untuk panel surya dan polutan. Mencari bukti penggunaan tenaga surya masuk akal karena bintang adalah beberapa sumber energi terbesar di alam semesta, sehingga kemungkinan ras alien maju akan memanfaatkan kekuatan ini dengan cara tertentu.
Selain itu, mendeteksi indikator seperti cahaya yang dipantulkan dari panel surya akan membuat sifat tertentu sehingga dapat diidentifikasi. Sedangkan untuk polutan, dapat diidentifikasi komposisi kimia dari atmosfer exoplanet, sehingga mencari bukti polusi akan menunjukkan keberadaan industri dan teknologi.
Dengan hibah NASA, tim akan mulai dengan mengidentifikasi gelombangg panjang di mana Anda mungkin menemukan bukti dari dua teknologi yang dapat digunakan saat menyelidiki exoplanet.
“Harapan saya adalah dengan menggunakan hibah ini, kami akan mengukur cara-cara baru untuk menyelidiki tanda-tanda peradabadan teknologi asing yang serupa atau jauh lebih maju dengan kita,” kata Profesor Sains di Harvard Avi Loeb.
Editor: Dini Listiyani