Peta Geologis Pertama Bulan Saturnus Terungkap, Begini Penampakannya
CALIFORNIA, iNews.id - Ilmuwan mengungkap peta geologis global pertama Bulan Saturnus, Titan. Peta ini didasarkan pada radar, infrared, dan data lain yang dikumpulkan oleh pesawat luar angkasa Cassini NASA.
Titan, Bulan Saturnus yang mempunyai diameter 5.5150km adalah yang terbesar di tata surya. Ukurannya bahkan lebih besar dari planet Merkurius. Material organik, senyawa berbasis karbon yang penting untuk merawat organisme hidup, memainkan peran utama di sana.
"Organisme sangat penting untuk kemungkinan kehidupan di Titan, yang banyak dari kita berpikir kemungkinan akan berevolusi di lautan air cair di bawah kerak es Titan. Material organik dapat menembus ke lautan air cair dan ini dapat memberikan nutrisi yang diperlukan untuk kehidupan jika berevolusi di sana," kata ahli geologi planet Rosaly Lopes dari Jet Propulsion Laborator NASA.

Di Bumi, hujan turun dari awan dan mengisi sungai, danau, dan lautan. Sedangkan di Titan, awan memutahkan hidrokarbon seperti metana dan etana dalam bentuk cair karena iklim Bulan yang dingin.
Di Titan, curah hujan terjadi di mana-mana. Tapi, menurut penulis studi Anezina Solomonidou, seorang peneliti dari European Space Agency (ESA), wilayah khatulistiwa lebih kering dibanding kutub.
Dataran (meliputi 65 persen permukaan) dan bukit pasir (mencakup 17 persen permukaan) yang terdiri atas metana beku dan hidrokarbon lain mendominasi masing-masing garis lintang tengah dan region ekuator Titan.
Titan adalah satu-satunya objek Tata Surya selain Bumi yang membanggakan cairan stabil di permukaan, dengan danau dan lautan penuh metana menjadi fitur utama wilayah kutubnya. Daerah berbukit dan bergunung-gunung diduga mewakili es kerak air Titan yang terbuka.
"Apa yang benar-benar menyenangkan untuk dipikirkan adalah jika ada cara-cara apa pun yang organik yang lebih kompleks dapat turun dan bercampur dengan air di lapisan es yang dalam atau samudera bawah permukaan yang dalam," ujar ilmuwan dan rekan penulis studi JPL Michael Malaska.
Memerhatikan di Bumi ada bakteri yang dapat bertahan hidup hanya pada hidrokarbon yang disebut asetilena dan air, Malaska mempertanyakan 'Apakah sesuatu yang seperti itu hidup di Titan, jauh di dalam kerak atau lautan di mana suhu sedikit hangat?'
Peta Saturnus dibuat tujuh tahun sebelum Badan Antariksa Amerika Serikat akan meluncurkan misi Dragonfly untuk mengirim pesawat multi-rotor drone mempelajari kimia dan kesesuaian Titan. Dragonfly dijadwalkan tiba di Titan pada 2034.
"Ini tidak hanya penting secara ilmiah tapi juga sangat keren, sebuah drone terbang di sekitar Titan. Ini akan sangat menyenangkan," ujar Lopes.
Editor: Dini Listiyani