Pusat Bima Sakti Meledak 3.5 Juta Tahun Lalu

Dini Listiyani ยท Selasa, 08 Oktober 2019 - 05:47 WIB
Pusat Bima Sakti Meledak 3.5 Juta Tahun Lalu

Pusat Bima Sakti meledak 3.5 juta tahun lalu (Foto: James Josephides/ASTRO 3D)

CALIFORNIA, iNews.id - Pusat Galaksi Bima Sakti adalah tempat yang relatif tenang sekarang. Padahal, 3,5 juta tahun lalu pusat galaksi Bima Sakti ini benar-benar rusuh, mengeluarkan ledakan energi besar.

Shockwaves dari flare klosal, yang disebut Seyfert, sekarang dapat diamati di Magellanic Stream, aliran gas berkecepatan tinggi yang memanjang dari Large dan Small Magellanic Clouds. Seyfert sangat kuat dan para astronom percaya ini hanya bisa datang dari Sagitarus A+, supermassive black hole di pusat Bima Sakti.

Karena bukti pertama untuk flare diterbitkan pada 2013, mereka menamai peristiwa shockwaves itu BH2013. Pada 2013, ahli astrofisika Joss Bland-Hawthorn dari University of Sydney dan International Centre for Radio Astronomy Research (ICRAR) serta rekannya memperkirakan peristiwa Seyfert terjadi antara satu hingga tiga juta tahun lalu.

Sekarang lebih banyak pengamatan dilakukan menggunakan Hubble Space Telescope. Dataset yang lebih besar ini telah memberikan bukti yang lebih meyakinkan untuk peristiwa tersebut.

"Hasil ini secara dramatis mengubah pemahaman kita tentang Bima Sakti. Kami selalu berpikir mengenai galaksi kita sebagai galaksi tidak aktif, dengan pusat yang tak terlalu terang. Hasil baru ini malah membuka kemungkinan penafsiran ulang sepenuhnya atas evolusi dan sifatnya," kata astronom Magda Guglielmo dari University of Sydney yang dikutip dari Science Alert, Selasa (8/10/2019).

Ada beberapa klue yang membantu menyatukan gambar. Klue yang paling jelas adalah Fermi bubles dari gamma dan radiasi X-ray, memanjang di atas dan bawah bidang galaksi, terdeteksi oleh satelit Fermi dan ROSAT.

Gelembung-gelembung ini memanjang, secara keseluruhan, sekitar 50 ribu tahun cahaya, di mana 25 ribu berada di atas bidang galaksi dan sisanya di bawah.

Kemudian, pada 2013 para astronom melaporkan penemuan emisi hidrogen-alfa di sepanjang Magellanic Stream secara langsung sesuai dengan gelembung. Penjelasan yang paling mungkin untuk ini adalah ledakan energi pengion dari pusat Bima Sakti.

"Kami menunjukkan bagaimana awan yang terperangkat dalam sinar dari bipolar, radiatif kerucut ionisasi dari inti Seyfert yang terkait dengan Sgr A*," katanya.

Pada dasarnya, dua kerucut yang mengembang meledakkan radiasi pengion sejauh ini ke luar angkasa. Kerucut mengionisasi gas di Magellanic Stream, yang jauhnya ratusan ribu cahaya.

"Flare itu pasti sedikit seperti lighthouse beam. Bayangkan kegelapan, lalu seseorang menyalakan suar mercusuar untuk periode waktu yang singkat," kata Bland-Hawthorn.

Tidak ada yang kecil kecuali jet relativistik dari black hole yang aktif memberi makanan untuk menghasilkan efek itu. Flare terjadi sekitar 3,5 juta tahun lalu dan berlangsung selama sekitar 300.000 tahun. Ledakan cukup singkat dalam skala kosmik.

Saat peristiwa itu, di Bumi sudah Pliosen, periode di mana sebagian besar spesies modern muncul. Dan, meskipun tampaknya Sgr A* relatif tenang di tahun-tahun berikutnya, pengamatan baru-baru ini menunjukkan itu bisa menggemparkan.

"Ini adalah peristiwa dramatis yang terjadi beberapa juta tahun lalu dalam sejarah Bima Sakti. Ledakan besar energi dan radiasi keluar langsung dari pusat galaksi dan ke materi di sekitarnya. Ini menunjukkan pusat Bima Sakti adalah tempat yang jauh lebih dramatis dibanding yang diduga sebelumnya," kata astronom Lisa Kewley dari Australian National University dan ARC Centre of Excellence for All Sky Astrophysics dalam 3D.


Editor : Dini Listiyani