Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rekor! Misi Artemis 2 Catat Perjalanan Luar Angkasa Terjauh Manusia dari Bumi
Advertisement . Scroll to see content

Soal Gunung Api di Mars, NASA: Ini Bukan Segumpal Asap

Kamis, 25 Oktober 2018 - 05:11:00 WIB
Soal Gunung Api di Mars, NASA: Ini Bukan Segumpal Asap
Mars. (Foto: Cnet)
Advertisement . Scroll to see content

CALIFORNIA, iNews.id - Mars tengah menjadi sorotan para ilmuwan sejak beberapa tahun terakhir. Belakangan, gunung di Planet Merah tersebut dikabarkan kemungkinan bisa meletus.

Webcam Planet Merah European Space Agency (ESA) di Mars Express orbiter membagikan beberapa gambar bagus pada akhir September lalu. Gambar tersebut menampilkan gunung berapi besar bernama Arsia Mons dan formasi beruntun di sana.

Beberapa viewer melihat formasi panjang di atas permukaan planet berasumsi letusan sedang terjadi. Namun, runtutan tersebut bukan gumpalan asap yang disebabkan letusan, tapi awan.

Situs Ufoofinterest.org menunjukkan di Twitter beberapa contoh sebelumnya tentang awan tipis panjang yang terbentuk di dekat Arsia Mons. Sementara itu, ilmuwan planet dan anggota tim rover NASA Opportunity Tanya Horrison juga membantah spekulasi letusan melalui Twitter-nya.

"Ini bukan segumpal asap, melainkan awan air es yang mengembun di atas puncak gunung berapi Arsia Mons. Kami melihat mereka cukup sering di atas gunung berapi itu," tulis Horrison yang dilansir dari Cnet, Kamis (25/10/2018).

Melihat jawaban mamber NASA, pengguna Twitter justru berasumsi, Badan Antariksa Amerika Serikat ini menyembunyikan bukti letusan gunung berapi. Namun, Horrison membatahnya dengan membagikan gambar dari Mars Reconnaissance Orbiter yang menunjukkan awan di atas Arsia Mons awal pada Oktober ini.

"Kami melihat awan ini nongkrong di atas puncak Arsia selama berminggu-minggu pada waktu sepanjang tahun ini, setiap tahun," tulis Harrison. Dia mengatakan ketinggian gunung berapi yang dikombinasikan dengan uap air di atmosfer menyebabkan awan terbentuk.

Mars pernah memiliki masa lalu vulkanik yang kuat, tapi penelitian NASA menunjukkan Arsia Mons terakhir aktif sekitar 50 juta tahun lalu.

Editor: Tuty Ocktaviany

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut