Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Potret Indah Galaksi Messier 106, Curi Perhatian Astronom karena Pusatnya Ramai
Advertisement . Scroll to see content

Teleskop Luar Angkasa James Webb Tangkap Earendel, Bintang Paling Jauh di Alam Semesta

Rabu, 03 Agustus 2022 - 08:15:00 WIB
Teleskop Luar Angkasa James Webb Tangkap Earendel, Bintang Paling Jauh di Alam Semesta
Teleskop Luar Angkasa James Webb Tangkap Earendel (Foto: NASA)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Teleskop luar angkasa James Webb telah menangkap sekilas bintang paling jauh yang dikenal di alam semesta. Apa nama bintang itu?

Bintang bernama Earendel ditemukan berkat lensa gravitasi dalam gambar bidang dalam Hubble. Bintang, yang cahayanya membutuhkan 12,9 miliar tahun cahaya untuk mencapai Bumi sangat redup sehingga mungkin agak sulit menemukan dalam gambar James  Webb yang dirilis di Twitter oleh seorang sekolompok astronom menggunakan akun Cosmic Spring JWST.

"Kami sangat senang untuk membagikan gambar JWST pertama dari Earendel, bintang paling jauh yang dikenal di alam semesta kita, dilensakan dan diperbesar oleh kluster galaksi besar," tulis astronom Cosmic Spring dalam tweet yang dikutip dari Space. 

Tweet tersebut mengacu pada lensa gravitasi, yang merupakan bantuan alam bagi para astronom. Efeknya mengambil keuntungan dari fakta bahwa benda yang sangat masif, seperti gugus galaksi atau lubang hitam supermasif, membelokkan cahaya dari objek di belakangnya. 

Ketika cahaya melewati benda seperti itu, dia berperilaku seolah-olah melewati lensa teleskop, menjadi diperbesar, meskipun juga terdistorsi. Oleh karena itu, menggunakan lensa gravitasi memperluas jangkauan teleskop, seperti Hubble dan Webb, memungkinkan mereka melihat lebih jauh dan lebih detail.

Webb dirancang untuk melihat galaksi pertama yang muncul di alam semesta muda dalam ratusan juta tahun pertama setelah zaman kegelapan setelah Big Bang. Namun, para astronom berpikir tidak mungkin melihat bintang individu dari generasi pertama matahari yang terbentuk pada waktu itu. Tetapi lensa gravitasi mungkin benar-benar memungkinkan mereka untuk melihat ke dalam pengelompokan bintang awal itu secara detail.

"JWST dirancang untuk mempelajari bintang-bintang pertama. Sampai saat ini, kami berasumsi itu berarti populasi bintang dalam galaksi pertama," tulis astronom dari Space Telescope Science Institute di Maryland, yang mengoperasikan Webb dan Hubble, dalam sebuah makalah baru-baru ini.

Editor: Dini Listiyani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut