Terobosan Baru, Tetesan Air Hujan Bisa Dipanen Jadi Energi Listrik
JAKARTA, iNews.id - Para peneliti menemukan cara baru menghasilkan listrik dengan teknologi panel surya. Memanfaatkan panel surya, peneliti memanen energi yang dihasilkan tetesan air hujan.
Metode yang diusulkan tim dari Tsinghua University di China melibatkan perangkat yang disebut triboelectric nanogenerator (TENG). Perangkat ini mampu menciptakan elektrifikasi dari kontak cair-padat.
Ini biasanya digunakan untuk memanen energi dari gelombang. Karena TENG berbasis tetesan (D-TENG) sebelumnya menghadapi keterbatasan teknis yang mencegahnya bekerja pada skala yang signifikan.
Dengan menggunakan susunan bridge panel surya, para peneliti menemukan hambatan seperti itu dapat diatasi. “Mengacu pada desain panel surya di mana beberapa unit pembangkit tenaga surya dihubungkan secara paralel untuk memasok beban, kami mengusulkan metode yang sederhana dan efektif untuk memanen air hujan,” kata Profesor Zong Li, yang memimpin penelitian tersebut.
Li menjelaskan, output daya puncak dari generator susunan bridge hampir lima kali lebih tinggi daripada pemanenan energi rintik hujan konvensional. Hasil penelitian ini akan memberikan skema yang layak untuk pemanenan energi curah hujan dalam area yang luas.
Studi yang merinci terobosan tersebut, berjudul ‘Rational TENG arrays as a panel for harvesting large-scale raindrop energy’, diterbitkan dalam jurnal iEnergy.
“Sebagai bagian penting dari energi alami dan siklus air, curah hujan mengandung energi terbarukan yang melimpah,” bunyi studi tersebut sebagaimana dikutip dari The Independent.
Namun, jenis energi terbarukan ini kurang dimanfaatkan secara efektif saat ini. Oleh karena itu, kata peneliti, menemukan topologi yang masuk akal untuk menghilangkan kendala yang melekat pada D-TENG sangat penting demi mewujudkan pemanenan energi air hujan skala besar.
Ini adalah salah satu dari sejumlah kemajuan yang menjanjikan dengan teknologi panel surya dalam beberapa bulan terakhir. Tim peneliti Australia mengembangkan sel penyembuhan diri yang mampu memulihkan 100 persen efisiensi aslinya setelah mengalami degradasi akibat radiasi luar angkasa.
Editor: Dini Listiyani