Dirut Telkom di DTIIF 2026: Infrastruktur dan Keamanan Digital Jadi Fondasi Industri AI Masa Depan
Meski adopsi AI terus meningkat, penciptaan nilai bisnis masih menjadi tantangan. Dalam paparannya, Nanang menyampaikan bahwa 95% proyek percontohan (pilot) AI generatif belum memberikan dampak terhadap laba-rugi perusahaan, sementara hanya 25% perusahaan yang mencapai tingkat pengembalian investasi (return on investment/ROI) sesuai harapan.
Di sisi lain, integrasi AI ke dalam alur kerja perusahaan masih terbatas, dengan 21% perusahaan telah mendesain ulang proses kerjanya untuk memanfaatkan teknologi tersebut. Kondisi ini menunjukkan bahwa adopsi teknologi perlu diikuti perubahan proses bisnis dan didukung lima faktor agar dapat berkembang menjadi industri berkelanjutan, yakni biaya yang terjangkau, permintaan pasar, penyesuaian alur kerja, ekosistem mitra dan pengembang, serta kepastian standar dan regulasi.
Berdasarkan analisis terhadap potensi pembentukan industri, terdapat lima kandidat industri global masa depan, yang meliputi konektivitas terintegrasi yang mencakup darat, laut, udara, dan edge AI, pusat data AI berskala besar yang didukung komputasi dan energi andal, infrastruktur kepercayaan digital, ekonomi berbasis agen AI (agentic economy), serta layanan otonom berbasis AI (Autonomous-as-a-Service) untuk sektor industri dan pemerintahan. Dua bidang pertama merupakan kapabilitas inti Telkom, sementara tiga lainnya menjadi area yang memiliki potensi besar untuk dilakukan pengembangan.
Sebagai perusahaan digital telco terdepan di Indonesia, Telkom membangun fondasi tersebut melalui pengembangan konektivitas, pusat data, serta platform dan aplikasi AI. Telkom memiliki kapasitas satelit sebesar 42,2 Gbps, jaringan serat optik dan kabel laut sepanjang lebih dari 211 ribu kilometer, serta 58 titik kehadiran internasional (international Points of Presence/PoPs). Di sisi komputasi, NeutraDC mengoperasikan kapasitas pusat data sebesar 48,4 MW per kuartal III 2026 di Indonesia dan AsiaTenggara, dengan aspirasi ekspansi kapasitas hingga 1 gigawatt. Pengembangan infrastruktur pusat data juga perlu didukung ketersediaan energi dan sistem pendinginan yang andal untuk memenuhi kebutuhankomputasi AI yang terus berkembang.
Sementara itu, melalui Model Hub, Telkom menyediakan akses dan tata kelola model AI global,berdaulat, maupun yang dirancang untuk kebutuhan industri tertentu, sekaligus mendukungpengembangan aplikasi dan kasus penggunaan (use case) AI.