Perluas Akses Internet, Kominfo Genjot Infrastruktur Fixed Broadband

Dani M Dahwilani ยท Jumat, 23 November 2018 - 13:48 WIB
Perluas Akses Internet, Kominfo Genjot Infrastruktur Fixed Broadband

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggenjot pembangunan infrastruktur pita lebar (fixed broadband) di Tanah Air. (Foto: E-Commerce Times)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggenjot pembangunan infrastruktur pita lebar (fixed broadband) di Tanah Air. Langkah ini merujuk pada Peraturan Presiden (PerPres) No 96 tahun 2014 tentang Rencana Pita Lebar Indonesia (RPI) 2014-2019.

Direktur Pengembangan Pita Lebar, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Benyamin Sura mengemukakan, pembangunan fixed broadband untuk penyediaan backbone, backhaul, hingga akses untuk penyebaran internet. Untuk penyediaan jaringan fixed broadband biaya investasinya tinggi. Apalagi di daerah-daerah yang geografisnya sulit, serta daya beli masyarakatnya masih rendah.  

"Saat ini, kita sedang melakukan percepatan pembangunan fixed broadband melalui intervensi pemerintah dan regulasi. Proses regulasi melalui surat edaran infrastruktur pasif yang ruang lingkupnya, antara lain untuk saluran bawah tanah (ducting), infrastruktur tiang telekomunikasi (pole), infrastruktur tiang microcell, infrastruktur Menara telekomunikasi dan infrastruktur terowongan (tunnel),” ujarnya, dalam keterangan pers yang dilansir iNews.id, Jumat (23/11/2018).

Dari target Perpres RPI, target fixed broadband adalah 71 persen untuk rumah tangga di perkotaan dan 49 persen rumah tangga di perdesaan. Adapun yang dicapai hingga saat ini penetrasi fixed broadband baru 9,38 persen terhadap rumah tangga secara nasional. Saat ini masyarakat condong menggunakan mobile daripada fixed.  

Dia menjelaskan, selain regulasi beberapa langkah sudah dilakukan Kominfo dalam percepatan penetrasi fixed broadband. Pada tahun ini telah dilakukan uji coba bantuan layanan penyewaan akses internet terhadap pelaku usaha lokal selama 5 bulan.

“Diharapkan, nanti setelah bantuan tersebut berakhir, masyarakat bisa melanjutkan untuk sustainability secara mandiri. Uji coba ini juga akan dievaluasi, sejauh mana dapat membantu peningkatan ekonomi, baik bagi masyarakat maupun para pelaku usaha di masing-masing wilayah. Harapannya pada 2019 program ini akan kami lakukan lebih masif, tentu kami sedang siapkan regulasi yang lain juga untuk mendukung percepatan program yang lebih besar," kata Benyamin.

Kasubdit Ekosistem Pita Lebar, Direktorat Pengembangan Pita lebar Kemenkominfo, Dany Suwardany menjelaskan, kondisi capaian penetrasi akses fixed broadband terhadap rumah tangga dan populasi saat ini masih jauh dari target. Di mana sesuai data laparan kinerja operasi (LKO) tahun 2017, penetrasi fixed broadband baru mencapai 9,38 persen terhadap rumah tangga nasional atau sekitar 6,3 juta pelanggan. Sementara bila dihitung secara populasi dengan asumsi satu rumah tangga terdapat empat penduduk, maka capaiannya baru 9,62 persen. Kondisi ini berbanding terbalik dengan penetrasi mobile broadband yang sudah mencapai 96 persen terhadap populasi.

“Melihat kondisi rendahnya capaian penetrasi fixed broadband tersebut maka diperlukan intervensi baik secara regulasi maupun pembiayaan dari pemerintah untuk meningkatkan penetrasi dan pemerataan akses tetap pita lebar (fixed broadband),” kata Dany.

Pada 2018, Direktorat Pengembangan Pita Lebar Kominfo telah menginisiasi uji coba penyediaan fasilitasi akses tetap pita lebar (fixed broadband) pada wilayah non 3T dengan bekerja sama Telkom sebagai penyedia layanan akses internet. Lokasi uji coba tersebar di enam lokasi, yaitu tiga kabupaten di Yogyakarta, satu kabupaten di Jawa Barat dan dua kabupaten di Jawa Timur. Lokasi uji coba ini dipilih berdasarkan koordinasi dan rekomendasi dari Kementerian Pariwisata, Kementerian Perindustrian, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), serta dinas terkait di Daerah.

Editor : Dani Dahwilani