XL Axiata Lanjutkan Proyek Fiberisasi dengan Menerapkan Protokol Kesehatan

Dini Listiyani ยท Senin, 22 Juni 2020 - 19:12 WIB
XL Axiata Lanjutkan Proyek Fiberisasi dengan Menerapkan Protokol Kesehatan

XL Axiata Lanjutkan Proyek Fiberisasi (Foto: XL Axiata)

JAKARTA, iNews.id - Pandemi virus corona (Covid-19) masih melanda Indonesia. Namun, Covid-19 tampaknya tidak menghentikan XL Axiata untuk melanjutkan proyek fiberisasi jaringan.

Pengerjaan proyek fiberisasi jaringan di tengah pandemi Covid-19 menerapkan protokol kesehatan yang sesuai dengan standar. Pertengahan 2020, sekitar 53 persen Base Transceiver Station (BTS) dari total target telah terhubung dengan jaringan fiber.

“Fiberisasi adalah salah satu program utama perusahaan dalam upaya meningkatkan kualitas jaringan data, termasuk sebagai bagian dari persiapan menuju implementasi 5G di masa mendatang. Oleh karena itu, proyek ini harus tetap jalan karena hasil dari fiberisasi juga bisa langsung meningkatkan kualitas jaringan sesuai dengan kebutuha pelanggan. Semaksimal mungkin kami terapkan protokol kesehatan pada semua pekerja di lapangan," kata Plt Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa dalam keterangan yang diterima iNews.id, Senin (22/6/2020).

Sejauh ini, fiberisasi jaringan telah terlaksana di semua ibu kota provinsi dan kota-kota besar, terutama di area yang secara pertumbuhan data sudah memerlukan upgrade ke jaringan fiber. Hingga pertengahan 2020, jaringan di total 200 kota dan kabupaten telah terfiberisasi di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, Medan, Bandung, Palembang, Makassar, hingga Balikpapan.

Selain kota besar, fiberisasi juga telah diselesaikan di kota-kota lainnya seperti Denpasar, Manado, Cirebon, Bekasi, Banjarmasin, hingga Malang. Bahkan fiberisasi juga sudah terlaksana hingga kabupaten seperti Deli Serdang, Aceh Besar, Lebak, Berau, Indramayu, Kendal, Jembrana, hingga Lombok Timur.

Target XL Axiata secara nasional, hingga akhir tahun 2020 sekitar 60-70 persen BTS akan terhubung dengan jaringan fiber. Percepatan fiberisasi kini sedang dilakukan di wilayah padat penduduk guna mendukung aktifitas di era new normal.

“Fiberisasi juga menjadi semakin perlu untuk terus kami lakukan sesuai target mengingat kebutuhan layanan data yang meningkat setelah ada pandemi. Secara umum, kebutuhan pelanggan dan masyarakat atas data meningkat karena imbas dari Covid-19 yang memaksa mereka untuk bisa selalu mobile dan terkoneksi dengan internet dalam menjalankan aktivitas produktif,” lanjut I Gede Darmayusa.

Untuk diketahui,fiberisasi adalah upaya modernisasi jaringan dengan cara menghubungkan BTS melalui jalur fiber, termasuk sekaligus melakukan regenerasi perangkat-perangkat BTS, seperti mengganti perangkat yang selama ini memakai microwave menjadi perangkat fiber. Program fiberisasi jaringan merupakan salah satu langkah dalam mempersiapkan jaringan 5G.

Sebagai teknologi jaringan tercanggih di masa ini, 5G mampu menghadirkan kecepatan data yang tinggi, jumlah pemakai yang lebih banyak, dan delay atau latency yang rendah. Pemanfaatannya pun dipercaya mampu mendorong berbagai sektor ekonomi di Indonesia untuk bergerak lebih cepat.

Editor : Dini Listiyani