Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Istri Gubernur Kaltim Sarifah Suraidah Punya Jam Tangan Rp278 Juta, Ini Fotonya!
Advertisement . Scroll to see content

Brand Syariah Makin Digemari Milenial, Ada Fashion, Ekraf, hingga Kesehatan

Jumat, 08 April 2022 - 17:29:00 WIB
Brand Syariah Makin Digemari Milenial, Ada Fashion, Ekraf, hingga Kesehatan
Brand Syariah Bangkitkan Sektor Ekonomi Kreatif (Foto: Kemenparekraf)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar, Indonesia memiliki potensi untuk membangkitkan ekonomi syariah di Tanah Air. Salah satunya, melalui brand berbasis syariah, seperti makanan, fashion, ekonomi kreatif, kesehatan, hingga finansial.

Brand fashion muslim merupakan satu dari sekian banyak produk yang belakangan ini mengalami kemajuan. Dengan memanfaatkan milenial, brand fashion di Tanah Air dapat berkembang pesat.

Diajeng Lestari, Publik Figur dengan Gaya Hidup Syariah mengatakan di tengah kondisi yang sulit ini, ternyata fesyen muslim dapat terus tumbuh dan berkembang. Hal ini tentunya didukung dengan berbagai inovasi yang dilakukan.

"Sejak awal HijUp launching, sifatnya sudah platform digital, sehingga kita mengawalinya dengan media sosial, tanpa cost atau zero cost. Saya melihat startup di Indonesia perkembangannya luar biasa karena mereka memanfaatkan pertumbuhan masyarakat di kelas menengah, bawah, hingga atas," ujar CEO HijUp Diajeng Lestari dalam acara peluncuran Prudential Syariah, belum lama ini.

Menurutnya dengan adanya kaum milenial ini pelaku usaha bisa taklukkan tantangan yang ada di ekonomi syariah, sehingga dapat memajukan keuangan dan ekonomi syariah di Indonesia.

"Indonesia populasi muslim terbesar di dunia, penetrasi internet luar biasa. Kelas menengah didominasi anak muda. Kita bisa lihat platform digital di mix dengan Islami, dan memanfaatkan digital, ini luar biasa. Sekarang kita harus tangkap peluangnya," kata dia.

Tidak hanya dari sisi produk fashion, brand syariah juga sedang berkembang di sektor kesehatan dan finansial. Bahkan, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) meluncurkan PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah).

Peluncuran ini sekaligus menjadikan Prudential sebagai perusahaan asuransi
jiwa berskala internasional pertama yang mendirikan entitas asuransi jiwa Syariah tersendiri untuk fokus melayani pasar Syariah di Indonesia yang terus berkembang dengan cepat.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan, kinerja ekonomi dan Syariah Indonesia menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun hingga kini menduduki posisi ke-4 dunia dan total aset dalam kelolaan industri Syariah terus meningkat hingga pada 2021 mencapai 17 persen.

Di tengah penurunan ekonomi Syariah global karena pandemi, Indonesia justru meraih peringkat pertama Islamic Finance Country Index (IFCI) pada Global Islamic Finance. 

Sementara itu, Omar Sjawaldy Anwar, Presiden Direktur Prudential Syariah mengatakan, dengan mengutamakan prinsip Syariah untuk Semua, pendirian Prudential Syariah akan semakin meningkatkan kemampuan dalam menghadirkan berbagai solusi kesehatan dan finansial yang komprehensif, terjangkau serta sesuai dengan pilihan hati masyarakat. 

"Didukung oleh kapabilitas produk dan jaringan distribusi multi-kanal yang kuat, kami memiliki posisi yang kuat untuk mengembangkan bisnis Syariah dan memperluas jangkauan kami ke masyarakat. Kami sangat optimistis dengan prospek industri Syariah di Indonesia dan berkomitmen penuh untuk mengambil peran utama dalam mendorong perkembangan ekonomi Syariah Indonesia," kata Omar.

Dia menambahkan, untuk meningkatkan literasi asuransi dalam masyarakat, termasuk asuransi jiwa Syariah, Prudential Syariah meluncurkan Sharia Knowledge Centre (SKC). SKC merupakan merupakan pusat edukasi digital beragam solusi keuangan Syariah, serta menjadi platform diskusi dan kolaborasi untuk inovasi dan pengembangan produk dan layanan keuangan Syariah, terutama asuransi jiwa Syariah. SKC merupakan bentuk kontribusi Prudential Syariah untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan Syariah
di Indonesia.

Editor: Vien Dimyati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut