6 Oleh-Oleh Khas Solo Paling Populer dan Enak bagi Traveller

Siska Permata Sari ยท Senin, 01 Maret 2021 - 20:29:00 WIB
6 Oleh-Oleh Khas Solo Paling Populer dan Enak bagi Traveller
Menikmati Oleh-Oleh Khas Solo (Foto: Instagram @immawasis)

JAKARTA, iNews.id - Oleh-oleh khas Solo, Jawa Tengah, sangat beragam. Bila Anda tengah berwisata atau pulang kampung dari Solo, tidak akan lengkap rasanya tanpa membawa buah tangan atau oleh-oleh untuk keluarga di rumah dan teman-teman.

Terutama oleh-oleh kuliner khas Solo yang dapat dibawa pulang sebagai buah tangan yang dapat dikonsumsi. Beberapa di antaranya pasti sudah tidak asing bagi Anda karena sangat populer.

Penasaran, apa saja sih oleh-oleh khas Solo? Simak daftar selengkapnya berikut ini, seperti dirangkum pada Senin (1/3/2021).

1. Serabi Solo

Serabi kocor makanan tradisional berbahan tepung beras dan santan ramai diburu konsumen. (Foto: iNews.id/Trisna Purwoko)
Serabi kocor makanan tradisional berbahan tepung beras dan santan ramai diburu konsumen. (Foto: iNews.id/Trisna Purwoko)

Di urutan pertama ada serabi Solo. Ini merupakan oleh-oleh sekaligus kuliner khas Solo yang sangat populer. Tak hanya populer, makanan yang satu ini juga banyak diincar wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Serabi Solo biasanya terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan santan.

Kuliner khas Surakarta ini juga banyak ditemui di pusat atau sentra oleh-oleh yang menjual ragam buah tangan untuk dibawa pulang. Beberapa merk serabi Solo juga telah mempunyai kreasi rasa yang enak-enak, lho! Sebut saja serabi saus durian yang terkenal lezat bagi wisatawan.

2. Brem Solo

Brem merupakan jajanan khas legendaris dari Madiun, Jawa Timur.
Brem merupakan jajanan khas legendaris dari Madiun, Jawa Timur.

Berikutnya ada brem Solo. Ini merupakan oleh-oleh khas Surakarta yang satu ini terbuat dari olahan peragian air tape. Sesuatu yang membuat makanan ini istimewa adalah rasa yang dingin dan asam yang unik. Itu sebabnya brem menjadi oleh-oleh yang banyak dicari wisatawan.

Sama halnya dengan kue serabi, kuliner asli Solo ini juga banyak ditemui di pusat atau sentra oleh-oleh yang menjual ragam buah tangan untuk dibawa pulang.

3. Ampyang

Ampyang Khas Solo (Foto: Instagram @lilyanisoetirta)
Ampyang Khas Solo (Foto: Instagram @lilyanisoetirta)

Oleh-oleh khas Solo selanjutnya adalah ampyang. Ini merupakan makanan tradisional Jawa yang terbuat dari kacang tanah dan gula Jawa. Karena terbuat dari kacang tanah dan gula Jawa, rasa ampyang ini tergolong manis-gurih.

Ampyang juga banyak ditemui di pusat oleh-oleh yang menjual ragam buah tangan untuk dibawa pulang. Selain itu, harganya pun murah meriah, cocok dijadikan oleh-oleh!

4. Serbat Jahe

(Foto: IG@mellarieana)
(Foto: IG@mellarieana)

Di urutan selanjutnya ada Serbat Jahe, ini merupakan kuliner yang cukup populer di kota Surakarta. Sesuai namanya, oleh-oleh ini terbuat dari olahan jahe dan rempah-rempah kota Solo yang berfungsi menghangatkan tubuh. Menariknya, minuman ini bentuknya seperti tablet vitamin yang dapat diseduh, sehingga cocok dijadikan oleh-oleh untuk keluarga dan kerabat.

Serbat Jahe juga banyak ditemui di pusat atau sentra oleh-oleh khas Solo yang menjual ragam buah tangan untuk dibawa pulang. Selain itu, harga minuman ini pun murah meriah, mulai dari Rp6.000an.

5. Bakpia Balong

Selanjutnya ada Bakpia Balong. Makanan satu ini wajib Anda bawa pulang dan dijadikan buah tangan. Sebab, bakpia Balong menyuguhkan cita rasa yang unik. Mulai dari rasa ketan, cokelat, kacang hijau, kacang hitam, dan sebagainya. Bakpia Balong dapat ditemui di tokonya langsung, maupun di pusat oleh-oleh khas Solo.

6. Wajik Solo

Terakhir adalah Wajik Solo. Rasanya, tidak lengkap bila pulang dari Solo tanpa membawa Wajik khas daerah ini. Kuliner khas Solo ini terkenal dengan rasa yang manis dan legit. Wajik sendiri terbuat dari beras ketan, gula jawa dan kelapa.

WNA mengikuti sidang permohonan menjadi WNI di Ruang Sahadewa Kanwil Kemenkumham Bali, Selasa (2/3/2021). (Foto: iNews.id/Kanwil Kemenkumham Bali)

Cara memasaknya pun tergolong rumit, mulai dari memasak beras ketan menggunakan kuali, kemudian digiling dengan alat penggiling, hingga membentuk adonan selama kurang lebih 1 jam. Adonan wajik lalu diaduk-aduk hingga merata serta mengental, kemudian dimasukkan ke dalam loyang. Setelah didinginkan, barulah wajik dikemas dalam plastik atau kertas makanan.

Editor : Vien Dimyati