Pandemi Ubah Gaya Hidup Milenial, Belanja dan Jalan-Jalan Tidak Lagi Bawa Uang Tunai
Untuk pembayaran menggunakan kartu, metode gesek masih yang paling banyak digunakan pada 59 persen, disusul oleh kartu kredit atau debit online pada 55 persen. Untuk kartu contactless sendiri, penggunaannya meningkat setiap tahun, dari 31 persen di 2020, 33 persen di 2021 dan di tahun 2022 berada di 34 persen.
Lifestyle influencer Dimas Ramadhan, adalah salah satu gambaran anak muda Indonesia yang sudah mengadopsi gaya hidup cashless. “Saya pribadi menggunakan cashless 99 persen karena tidak ribet dan lebih mudah, dan mempercepat proses pembayaran. Lebih nyaman, apalagi di Indonesia sudah ada e-wallet. Di luar negeri, malah sering banget menggunakan contactless, sehingga saya bisa menerapkan cashless dengan mudah," katanya.
Dimas mengungkapkan, tidak ada minimum transaksi, bahkan membayar 1 Euro pun bisa. Ini, kata dia, yang menjadi keunggulan contactless, sehingga benar-benar membantu untuk cashless. Pembayaran dengan kartu contactless telah menjadi metode pembayaran yang marak di banyak negara di seluruh dunia. Di lebih dari 20 negara, adopsi pembayaran kartu contactless mencapai lebih dari 90 persen dari semua transaksi tatap muka Visa.
Pembayaran menggunakan contactless card Visa sudah lama tersedia di Indonesia. Pada studi CPAS 2022 Visa, 1 dari 3 konsumen Indonesia pernah menggunakan contactless card, terutama milenial dan gen x, serta segmen affluent. Minat untuk menggunakan kartu contactless dari non-pengguna cukup besar, yaitu 84 persen.
Terkait dengan keamanan penggunaan pembayaran contactless, Visa memiliki fitur Visa Transaction Control. Pengguna dapat mengontrol penggunaan kartu, seperti pembatasan penggunaan visa di e-commerce, atau menonaktifkan di jam tertentu. Fitur ini merupakan bentuk komitmen dan Upaya Visa untuk selalu melindungi data pengguna.