Peduli Lingkungan sejak Dini, Yuk Dimulai dari Pilah Botol Bekas ke Tempatnya!
Yayasan ini menjalankan konsep pengumpulan bertanggung jawab melalui 30 mitra pengumpul botol bekas di seluruh Indonesia dan mampu memproses 31.500 ton botol PET bekas atau setara dengan 2 miliar botol setiap tahunnya. Keberhasilan ini menandai komitmen perusahaan untuk menjadi pelaku utama dalam gerakan global menuju keberlanjutan dan ekonomi sirkular.
"Ini menjadi bagian dari upaya kami untuk membangun kesadaran masyarakat. Konsumen dan pengguna diharapkan membuang produk telah dipakai ke tempat yang tepat. Terutama seperti botol plastik yang kita harapkan bisa dipilah dari awal, dari sumbernya, artinya dari konsumen. Jangan dicampur dengan sampah biasa, karena botol plastik ini hidupnya bisa berkali-kali, tidak sekali pakai, ini yang perlu kita bangun kesadarannya," kata Triyono.
Sementara itu, Suharji Gasali selaku Wakil Ketua Yayasan Mahija Parahita Nusantara mengatakan, memasuki Ramadhan 2024, biasanya volume sampah meningkat 20 persen. Dalam mengatasi ini, pahlawan daur ulang menjadi ujung tombak dalam sirkular ekonomi.
Bahkan, Yayasan Mahija Parahita Nusantara bersama Frestea melanjutkan dukungan untuk pahlawan daur ulang di momen Ramadhan. Adapun dukungan tersebut adalah dengan menyalurkan 1.000 paket donasi sembako dan 7.520 paket buka puasa bagi pahlawan daur ulang (pekerja informal sektor sampah) dan keluarga prasejahtera di 23 lokasi di Indonesia.
"Sebagai Yayasan Non-Profit yang berperan aktif dalam mendukung ekonomi sirkular, kami menempatkan komunitas pahlawan daur ulang sebagai bagian penting dalam ekonomi yang berkelanjutan. Untuk itu, kami terus berkomitmen memberikan dukungan bagi pahlawan daur ulang agar bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik, utamanya dalam momen bulan suci Ramadhan ini," kata Suharji Gasali.