6 Kepercayaan Menyeramkan Malam Satu Suro dan Alasan Barang Pusaka Dimandikan
1. Malam sakral
Suku Jawa termasuk yang masih memercayai adanya keluarbiasaan Malam Satu Suro. Karena dianggap sakral, ada kepercayaan masyarakat dilarang ke mana-mana kecuali untuk berdoa ataupun melakukan ibadah lainnya.
2. Jamasan
Jamasan memiliki arti memandikan barang pusaka. Makna di balik kebudayaan ini dianggap cukup dalam karena merupakan momentum untuk menghargai pusaka, peninggalan leluhur, dengan cara mensucikan kembali pusaka tersebut.
"Proses ini juga memiliki arti keterikatan antara pemilik sekarang dengan pemilik sebelumnya dengan cara membersihkan dan mengirimkan doa," menurut laporan Museum Pusaka Taman Mini Indonesia Indah (TMII), yang diterima MNC Portal, Senin (9/8/2021).
Proses membersihkan kembali pusaka ini dilakukan pada Malam Satu Suro atau bulan Suro yang umumnya disertai dengan tirakat dan mengirim doa.
3. Jika barang pusaka tidak dimandikan, kekuatan roh di dalamnya melemah
Ahli Medium Interdimensional Furi Harun pernah menyampaikan, ketika barang pusaka tidak dimandikan atau disucikan di Malam Satu Suro, maka ada yang percaya kekuatan di balik barang pusaka itu akan lemah.
"Jika barang pusaka itu tidak diurus, maka kekuatan makhluk astral tidak akan maksimal. Hal ini akan berdampak pada 'kinerja' spirit tersebut dalam bertugas membantu 'empunya' mencapai tujuan tertentu," kata Furi.
Bahkan, jika barang pusaka tersebut tidak dirawat dan tidak dimandikan di Malam Satu Suro, akan terjadi malapetaka pada si pengurus. "Malah, kalau didiemin, suka nyerang balik," singkat Furi.