6 Kota Misterius yang Tersembunyi di Bawah Tanah, Nomor 4 Ada Sekolah dan RS
Naours memiliki ruang yang cukup untuk menampung 3.000. Di sana juga terdapat gereja, kandang kuda, sumur, dan toko roti. Kota ini juga dihiasi lebih dari 2.000 potongan grafiti yang ditinggalkan oleh tentara sekutu saat Pertempuran Somme. Naours sempat ditutup selama beberapa dekade dan dibuka kembali pada abad ke-19 sebagai objek wisata.
3. Wieliczka
Kota bawah tanah ini memiliki kamar, lorong, dan patung-patung kuno, terletak di pinggir kota Krakow, Polandia. Dibangun tahun 1200-an, saat pertama penambang menemukan garam batu di dalam bumi. Tambang ini berhenti berproduksi tahun 2007 setelah 700 tahun beroperasi.
4. Dixia Cheng
Pada tahun 1960-an hingga 1970-an China dibayang-bayangi oleh ancaman invasi, pemboman, dan juga serangan nuklir. Sebagai tempat perlindungan, pemerintah China kemudian membangun tempat perlindungan raksasa di bawah kota Beijing yang bernama Dixia Cheng. Kota ini diperkirakan mampu menampung satu juta orang. Di dalam kota bawah tanah ini dapat ditemukan bangunan sekolah, rumah sakit, lumbung, ruang tidur, dan restoran yang memang dipersiapkan sebagai tempat perlindungan untuk periode lama. Pada tahun 2000, Dixia Cheng dibuka untuk umum. Namun di tahun 2008 tempat ini ditutup karena ingin direnovasi.
5. Orvieto
Terletak di salah satu puncak bukit di Italia, kota ini sempat menjadi pusat penting peradaban Etruria. Diperkirakan terdapat lebih dari 1.200 terowongan yang semuanya diciptakan oleh tenaga manusia dari era Etruscan. Baru ditemukan pada tahun 1970, kota bawah tanah ini menjadi warisan sejarah dan arkeologi Italia. Kota bawah tanah Orvieto juga memiliki galeri yang saling terkait. Saat Perang Dunia ke II, masyarakat sekitar menggunakannya sebagai tempat persembunyian dari serangan bom.
6. Burlington
Bunker Burlington memiliki luas wilayah hingga 35 hektare. Kota ini awalnya merupakan tambang yang terbengkalai yang terletak 100 kaki di bawah desa Corsham. Dibangun pada tahun 1950, kota ini memiliki fasilitas seperti ruangan kantor, kafetaria, telepon, fasilitas media, studio penyiaran BBC, dan kamar tidur. Salah satu ruangan dirancang untuk Perdana Menteri Inggris dan bagi 4.000 lebih aparat pemerintah, agar tetap terlindung selama keadaan darurat.
Editor: Vien Dimyati