Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Puluhan Pencipta Lagu Laporkan LMKN ke KPK Buntut Royalti Rp14 Miliar Tak Cair
Advertisement . Scroll to see content

64 Pelaku Usaha Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dapatkan Coaching Clinic untuk Go Public

Rabu, 27 September 2023 - 15:10:00 WIB
64 Pelaku Usaha Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dapatkan Coaching Clinic untuk Go Public
64 Pelaku Usaha Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dapatkan Coaching Clinic untuk Go Public (Foto: Kemenparekraf)
Advertisement . Scroll to see content

BALI, iNews.id - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf /Baparekraf) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) menyelenggarakan kegiatan Coaching Clinic KreatIPO. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Program KreatIPO yaitu Roadshow Usaha Parekraf menuju Initial Public Offering (IPO). 

Coaching Clinic KreatIPO kali ini hadir di Provinsi Bali, Selasa (26/6/2023). Dengan ini, Coaching Clinic KreatIPO telah hadir dua kali pada 2023 di mana sebelumnya hadir di kota Bekasi. Coaching Clinic KreatIPO di Provinsi Bali ini berhasil mempertemukan 64 pelaku usaha parekraf dengan Bursa Efek Indonesia serta Underwriter yang terdiri dari UOB Kay Hian Sekuritas, KB Valbury Sekuritas dan Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI).

Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf / Baparekraf Anggara Hayun Anujuprana saat membuka kegiatan menyampaikan, pasar modal sebagai alternatif pembiayaan yang menarik bagi pelaku usaha parekraf yang ingin menghimpun pendanaan. Di sisi Demand hingga Agustus 2023 jumlah investor ritel pasar modal telah menembus 11,54 juta investor. Jumlah ini naik 21,38 persen dibandingkan Agustus 2022 lalu.

Sedangkan di sisi supply hingga akhir Agustus 2023 sudah ada 64 perusahaan yang telah listing di Bursa Efek Indonesia jumlah ini naik di mana sepanjang tahun 2022 terdapat 59 perusahaan yang listing.

Dari sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terdapat 18 perusahaan yang listing di 2023 dengan total dana yang dihimpun oleh perusahaan sektor pariwisata dan ekonomi melalui IPO adalah Rp1.304,77 miliar.

Kemenparekraf bersama-sama dengan Bursa Efek Indonesia dan stakeholder lainnya berkomitmen untuk terus mendukung dan mengawal pelaku usaha parekraf untuk siap menjadi perusahaan go public melalui program KreatIPO.

"Potensi dan peluang yang begitu besar dari pasar modal ini diharapkan dapat mendorong dan mengakselerasi para pelaku usaha parekraf untuk dapat melantai di Bursa Efek Indonesia dengan skema penawaran umum perdana saham atau yang lebih dikenal dengan nama IPO,” ujarnya.

Kepala Unit Pengembangan Start-up dan SME Bursa Efek Indonesia, Dinnoor Aisyah menyampaikan program KreatIPO ini adalah upaya mendukung pelaku usaha parekraf untuk naik kelas melalui menjadi perusahaan publik dengan tagline Bursa Efek Indonesia yaitu jangan menunggu besar untuk go public tapi jadilah besar dengan go public.

"Selain mendapatkan informasi dan pencerahan terkait seperti apa syarat, manfaat dan bagaimana untuk IPO. Kami juga menyampaikan kepada pelaku usaha untuk tidak tergiur dan langsung percaya dengan pihak-pihak yang menawarkan dapat membantu untuk IPO dengan valuasi yang tinggi, apa lagi jika pihak-pihak tersebut tidak terdaftar dan diawasi oleh OJK atau pun Bursa Efek Indonesia," ujar Dinnoor.

Editor: Vien Dimyati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut