Air Terjun Abadi Madakaripura Probolinggo Terlihat Indah saat Ada Pelangi

Vien Dimyati ยท Rabu, 31 Juli 2019 - 10:10 WIB
Air Terjun Abadi Madakaripura Probolinggo Terlihat Indah saat Ada Pelangi

Keindahan air terjun Madakaripura (Foto : Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Tersembunyi di lereng Gunung Bromo, pesona air terjun yang ada di Probolinggo, Jawa Timur ini selalu membuat kagum wisatawan yang mengunjunginya. Memiliki ketinggian mencapai 200 meter, air terjun bernama Madakaripura ini termasuk salah satu yang tertinggi di Indonesia.

Di sekililingnya terdapat tebing berbentuk gua. Pemandangannya begitu alami. Bernuansa hijau dan berhawa sejuk. Berada tenang dan damai.

Menurut cerita warga sekitar, Patih Gajah Mada menghabiskan sisa hidupnya di air terjun ini. Cerita ini diperkuat dengan keberadaan arca mahapatih kerajaan Majapahit itu di kawasan air terjun. Tempat pertapaan Gajah Mada ini dipenuhi oleh ceruk dan juga bukit-bukit yang meneteskan air secara perlahan di seluruh dinding tebing, sehingga terlihat seperti sedang hujan. Karena itu, jika hendak ke sini, sebaiknya persiapkan mantel hujan.

"Jika Sobat percaya ada air terjun abadi, lukisan alam yang satu inilah buktinya. Masyarakat sekitar kerap menyebutnya sebagai air terjun abadi. Debit air di sini tidak pernah berkurang meskipun saat musim kemarau. Menakjubkan, bukan? Bila ingin mendapatkan pemandangan yang dramatis, datanglah di saat cuaca cerah. Siap-siaplah untuk terpukau," tulis Instagram @Pesonaid_travel, dikutip Rabu (31/7/2019).

Destinasi wisata alam ini masuk dalam wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Penamaan Madakaripura sendiri berasal dari tiga kata. Mada diambil dari nama Gajah Mada, Kari artinya peninggalan, dan Pura memiliki makna tempat semedi. Salah satu pesona yang terkenal dari Air Terjun Madakaripura adalah fenomena pelangi. Derasnya air yang jatuh menghasilkan butiran-butiran air, memantulkan cahaya matahari dan membiaskannya menjadi pelangi.

Air terjun yang mengalir tak hanya di air terjun utama, juga dari pinggiran tebing yang menyempit. Sementara, air terjun utamanya berada di tiga tebing yang mempunyai debit air cukup deras. Air yang jatuh dari atas berkumpul di kolam sempit yang hanya berdiameter 25 meter. Suasana magis kian terasa ketika tebing-tebing yang ada seolah mencegah sinar matahari masuk. Pada musim hujan, debit air dapat berubah sewaktu-waktu.

Kunjungan ke air terjun bisa saja ditutup ketika hujan lebat karena rawan longsor dan banjir. Jika ingin berkunjung di musim hujan, sebaiknya pantau kondisi cuaca terlebih dulu . Air Terjun Madakaripura terletak di Kecamatan Lumbang. Jarak dari pusat Kota Probolinggo sekitar 37 km dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 15 menit. Untuk mencapai lokasi, sebaiknya membawa kendaraan pribadi karena letaknya agak jauh dari jalan utama.

Kondisi jalannya pun cukup menyulitkan, karena harus melewati jalanan berbatu. Anda harus melewati tebing di sisi kiri, dan jurang di sisi kanan. Fasilitas seperti toilet, kamar mandi, toko suvenir dan musala hanya ada di sekitar pos retribusi. Selebihnya sampai air terjun utama, tidak ada fasilitas apa pun. Air Terjun Madakaripura mulai buka pukul 07.00 WIB - 16.00 WIB. Tarif tiketnya Rp11.000 saat hari biasa, Rp13.000 saat hari libur, dan Rp21.000 untuk wisatawan asing.


Editor : Vien Dimyati