Akibat Pandemi Covid-19, Hewan di Kebun Binatang Kelaparan, Yuk Bantu!

Okezone · Sabtu, 09 Mei 2020 - 21:03:00 WIB
Akibat Pandemi Covid-19, Hewan di Kebun Binatang Kelaparan, Yuk Bantu!
Hewan di kebun binatang butuh bantuan (Foto : Wisata Singapura)

JAKARTA, iNews.id - Pandemi Covid-19 yang mewabah di hampir seluruh dunia telah berdampak ke mana saja. Termasuk berdampak kepada hewan-hewan.

Di Thailand, pandemi virus corona membuat lebih dari 100 ekor gajah dirumahkan, karena tidak memiliki pekerjaan alias menganggur. Biasanya, gajah-gajah ini menjadi sumber hiburan wisatawan.

Sayangnya, ketika jumlah wisatawan asing yang berkunjung berkurang drastis selama pandemi virus corona, kamp-kamp komersial yang mengandalkan kunjungan wisatawan mengalami kesulitan untuk memberi makan gajah-gajah tersebut. Akhirnya mereka memulangkan gajah-gajah itu ke habitat asal mereka.

Tidak hanya di Thailand, di Indonesia sendiri karena tutupnya kebun binatang, banyak hewan-hewan yang mulai tidak mendapatkan perhatian. Akibatnya, mereka pun kelaparan karena tidak ada pemasukan dari kebun binatang.

"Kami rindu untuk dikunjungi, namun saat ini kami pun #stayatzoo. Karena keterbatasan yang kami miliki, kami dan teman-teman berharap tetap bisa bertahan. Terima kasih sudah turut memperhatikan kebutuhan pakan kami," tulis akun @pkbsi.

Menurut Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia, jika hal ini terjadi dalam kurun waktu panjang, kondisi satwa koleksi akan semakin mengkhawatirkan.

"PKBSI sebagai wadah organisasi dari sekitar 60 LK di Indonesia, mengajak kita semua yang peduli pada satwa untuk dapat berkontribusi memberikan donasi berapapun nilainya," tulis PKBSI.

Pasalnya, seluruh Lembaga Konservasi (LK) alias kebun binatang di Indonesia sudah tutup sejak pertengahan Maret, sementara biaya operasional tetap berjalan untuk pakan, obat-obatan satwa, serta para keeper & dokter hewan yang harus masuk untuk merawat satwa.

Nah, jika kamu mengaku pencinta hewan, tidak ada salahnya loh menyisihkan sedikit yang kamu miliki untuk membantu para hewan ini.

Editor : Vien Dimyati