Anak Gunung Krakatau Siaga, Puluhan Wisatawan Malah Nekat Naik demi Selfie!
Ketentuan ini menjadi pembaruan penting bagi wisatawan yang berencana melakukan perjalanan ke sekitar Selat Sunda. Batas larangan terbaru adalah radius 5 kilometer, bukan lagi 3 kilometer seperti yang tercantum dalam informasi sebelumnya.
Gunung Anak Krakatau merupakan gunung api aktif yang aktivitasnya terus dipantau. Berdasarkan pengamatan PVMBG pada Minggu, 11 Oktober 2026 pukul 12.00–18.00 WIB, asap kawah terlihat berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang dan ketinggian sekitar 10–50 meter di atas puncak kawah.
Kondisi visual tersebut tidak bisa dijadikan patokan bahwa kawasan sekitar kawah aman untuk dikunjungi. Aktivitas gunung api dapat berubah, sementara potensi bahayanya meliputi lontaran batu pijar, hujan abu lebat, dan aliran lava.
Selain itu, erupsi sekunder dapat terjadi ketika material vulkanik bersuhu tinggi bersentuhan dengan air laut atau air hujan. Risiko inilah yang membuat pembatasan aktivitas di sekitar pusat erupsi harus dipatuhi.
Bagi pencinta perjalanan alam, pengalaman unik tidak harus diperoleh dengan menerobos kawasan terlarang. Wisatawan tetap dapat merencanakan perjalanan ke destinasi lain di sekitar Selat Sunda yang aksesnya diizinkan, dengan terlebih dahulu memeriksa kondisi dan arahan otoritas setempat.
Dengan status Gunung Anak Krakatau yang kini berada pada Level III (Siaga), wisatawan diimbau tidak memasuki zona bahaya demi berswafoto atau merekam video. Keselamatan harus menjadi pertimbangan utama, bukan dikorbankan demi mendapatkan gambar yang menarik.
Editor: Muhammad Sukardi