Desa Unik Sigandul Jawa Tengah, Kampung Terpencil yang Berada di Ujung Jurang
Meski lokasi kampung tersebut berada persis di tepi jurang, sejauh mata memandang, tidak ada warga yang tampak gusar, khawatir apalagi takut. Mereka sudah terbiasa tinggal di lokasi yang terbilang cukup ekstrem dan sebenarnya rentan mengalami longsor itu.
Salah satu warga bahkan menyebutkan, kampung tersebut setidaknya memiliki sekitar 55 rumah. Awalnya, rumah-rumah di sana hanya memiliki 26 kepala keluarga. Namun seiring waktu, jumlah warga di sana makin banyak.
"Ya paling longsornya kecil-kecil gitu. Pasti kalau warga tahu bahaya longsor, orang sini paling sudah pada lari semua. Intinya nggak ada rasa takut sih. Kan semua sudah ada yang ngatur," ujar warga tersebut.
Meski halaman belakangnya kebanyakan berbatasan langsung dengan jurang yang cukup curam, kondisi rumah-rumah di sana terbilang cukup bagus. Menariknya, meski berada di lokasi lereng perbukitan yang cukup curam, Kampung Sigandul ternyata terkenal dengan kesuburan tanah yang dimilikinya, meski dalam kondisi kemarau.
Bahkan, dalam video di kanal YouTube Tedhong Telu itu terlihat juga saat salah seorang petani sedang mengadakan pesta panen kentang. Di bagian paling ujung yang dilalui jalan setapak untuk melalui perkampungan itu juga terus memiliki jalan naik turun bukit yang curam. Usut punya usut, jalan setapak itu merupakan arah ke makam untuk mengubur warga yang meninggal di kampung.
"Oke teman-teman jadi kampung ini pemakamannya di ujung sana. Inilah penampakan Dusun Sigandul ya, kampung yang sangat ekstrem, tapi tanah di sini sangat subur dan sayuran di sini kualitasnya sangat bagus teman-teman," ujar pria dalam video tersebut.
Editor: Vien Dimyati