Gempa di NTT, Kemenpar Ungkap Sejumlah Hotel hingga Destinasi Wisata Rusak
Selain fasilitas pariwisata, gempa juga berdampak terhadap aksesibilitas di sejumlah wilayah. Tanah longsor dan tiang listrik yang roboh dilaporkan mengganggu sejumlah jalur konektivitas, yakni Lintas Labuan Bajo-Ruteng, Bajawa-Ende, Ruteng-Borong, serta ruas Ende-Moni.
Fasilitas infrastruktur penunjang pariwisata lainnya, seperti Pelabuhan Maumere di Sikka, juga dilaporkan mengalami kerusakan fisik.
Untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan optimal, Kementerian Pariwisata bersama BPOLBF mengaktifkan posko koordinasi secara intensif.
BPOLBF berkolaborasi dengan BMKG, KSOP, Basarnas, BPBD, dan Pemerintah Daerah Manggarai Barat untuk memantau kondisi industri pariwisata sekaligus memfasilitasi kebutuhan evakuasi wisatawan.
Kementerian Pariwisata mengimbau pelaku usaha, wisatawan domestik dan mancanegara, serta masyarakat setempat tetap tenang dan menyaring informasi melalui saluran resmi BMKG, BPOLBF maupun instansi berwenang.
Mengingat situasi di lapangan masih berkembang, data korban dan tingkat kerusakan sektor pariwisata masih bersifat sementara. Pembaruan informasi akan disampaikan secara berkala setelah tim gabungan melakukan verifikasi di sejumlah wilayah.
Editor: Dani M Dahwilani