Geopark Run Series 2020 Promosikan 4 Destinasi Taman Bumi Kelas Dunia

Vien Dimyati ยท Kamis, 27 Februari 2020 - 15:32 WIB
Geopark Run Series 2020 Promosikan 4 Destinasi Taman Bumi Kelas Dunia

Geopark Run Series 2020 jadi wisata kelas dunia (Foto : iNews.id/Vien)

JAKARTA, iNews.id - Geopark atau taman bumi menjadi salah satu daya pikat untuk mendatangkan wisatawan ke dalam negeri. Bahkan, ada banyak cara dilakukan untuk mempromosikan geopark Indonesia ke mancanegara.

Salah satunya melalui Geopark Run Series (GRS) 2020. Lomba lari mengelilingi taman bumi ini didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Event minat khusus ini merupakan upaya mempromosikan Indonesia sebagai destinasi geopark kelas dunia.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Rizki Handayani mengatakan, Geopark Run Series (GRS) 2020 merupakan hasil kerja sama antara Kemenparekraf/Baparekraf bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bangka Belitung, Pemprov Jawa Barat, Pemprov Banten dan Pemprov Sumatera Barat serta Panitia Seabad ITB.

Geopark Run Series 2020 sebagai event sport tourism sangat efektif untuk mempromosikan Indonesia sebagai destinasi geopark kelas dunia,” ujar Rizki Handayani melalui keterangannya dalam jumpa pers penyelenggaraan "Geopark Run Series 2020" di Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kamis (27/2/2020).

Seperti diketahui, event wisata minat khusus yang merupakan sport tourism ini akan berlangsung di empat lokasi destinasi wisata geopark (Taman Bumi) kelas dunia yakni; Belitong, Ciletuh, Krakatau, serta Minang.

Kegiatan berlangsung secara berseri dimulai dari Tanjung Kelayang, Belitong pada 18-19 April 2020 dan akan diakhiri di Ngarai Sianok, Sumatera Barat pada 28-29 November 2020.

Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi dan Regulasi Kemenparekraf Ari Juliano Gema mengatakan, Geopar Run Series merupakan salah satu sport tourism yang dapat meningkatkan perekonomian daerah. Bahkan, kata Ari, tiap tahun bidang sport tourism telah berkontribusi sebesar 600 miliar dolar AS.

"Pertumbuhan sport tourism meningkat 6 persen. Kontribusi bisa mencapai 600 miliar dolar AS tiap tahun. Sport tourism tidak hanya datang dari lari, tetapi juga diving, sepeda, dan lainnya. Potensinya besar, jika ada inisiatif maka akan mengembalikan kegairahan wisata olahraga," kata Ari.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Agam Indra Catri mengatakan, sport tourism harus dapat dirasakan oleh masyarakat. Maka itu, ini tidak hanya sekadar acara olahraga melainkan jadi acara pariwisata.

"Sambil lari peserta dapat menikmati pemandangan dan kulineran. Tiap daerah harus bisa mengemas baik. Salah satunya Agam, yang memiliki paket lengkap pantai, danau, dan gunung. Kita tinggal benahi trek geoparknya," ujarnya.

Penyelenggaraan GRS 2020 melanjutkan kesuksesan lomba lari Minang Geopark Run (MGR) pada 2018 dan 2019. Lomba lari tersebut mempunyai media value atau media branding yang tinggi karena dipromosikan oleh media nasional dan internasional.

Selain itu, event GRS 2020 memberikan dampak langsung berupa awareness yakni terpromosikannya kawasan wisata sekitar geopark serta mendorong peningkatan perekonomian masyarakat.

Event GRS 2020 juga akan meninggalkan legacy yang bermanfaat bagi masyarakat yang akan berkunjung ke geopark melalui kegiatan Crowdfunding dan Crowdsourcing seperti pembuatan tempat sampah, pembersihan pantai, pembangunan toilet umum dan mushola, maupun penanaman bakau sebagai pelestarian alam.

Seperti diketahui, peluang Indonesia untuk menarik wisatawan minat khusus geopark dari seluruh dunia sangat besar karena memiliki lebih dari 30 geopark dengan kekhasan alamnya masing-masing sebagai daya tarik.

Termasuk empat geopark yakni; Gunung Batur (Bali), Pegunungan Sewu (Yogyakarta), Ciletuh-Palabuhan Ratu (Jawa Barat), dan Gunung Rinjani (NTB) yang sudah masuk dalam Global Geopark Network atau UNESCO Global Geopark (UGG).

Rangkaian kegiatan GRS 2020 antara lain Field Trip, Ultra Run 60K, Celebration Run 5K/10K/21K, Charity Program, dan diakhiri dengan pesta rakyat yakni mengajak masyarakat untuk terlibat dan menikmati hiburan kesenian dan kuliner khas daerah setempat.

GRS 2020 akan berlangsung di Belitong (18-19 April 2020), Ciletuh (27-28 Juni 2020), Krakatau (29-30 Agustus 2020), dan Minang (28-29 November 2020).


Editor : Vien Dimyati