Mengenal Keunikan Goa Gajah, Wisata Sejarah Kerajaan Bali Kuno

Vien Dimyati ยท Selasa, 24 Maret 2020 - 09:54 WIB
Mengenal Keunikan Goa Gajah, Wisata Sejarah Kerajaan Bali Kuno

Keunikan Goa Gajah Bali (Foto : Instagram@unachicatrotamundos)

JAKARTA, iNews.id - Ada banyak keindahan alam di Pulau Dewata Bali yang bisa dijelajahi wisatawan. Mulai dari pantai hingga pegunungan memiliki daya pikat tersendiri.

Selain pantai yang sangat populer di kalangan wisatawan, Bali juga memiliki wisata sejarah dan budaya yang dapat di dikunjungi.

Tidak jauh dari Ubud, terutama di Gianyar terdapat salah satu destinasi sejarah dan religi. Objek wisata ini terkenal di kalangan wisatawan, yaitu Goa Gajah.

Objek wisata Goa Gajah merupakan peninggalan sejarah. Seperti namanya, berbentuk gua di areal pura, sehingga dikenal dengan nama Pura Goa Gajah.

Goa Gajah berada di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Lokasinya berdekatan dengan pariwisata Ubud sehingga lebih dikenal dengan objek wisata Goa Gajah Ubud.

Di komplek tempat wisata Goa Gajah ini juga terdapat bangunan pura yang diperkirakan dibangun pada abad XI Masehi. Bangunan kuno ini sudah sejak masa pemerintahan dinasti Kerajaan Warmadewa.

Pura tersebut difungsikan sebagai tempat suci bagi umat Buddha dan Hindu. Dari bangunan tempat ibadah beda agama tersebut, menandakan sudah terjadi akulturasi budaya Buddha dan Hindu.

Peninggalan sejarah masa lalu ini terjaga dengan baik, apalagi dengan keberadaan Pura kuno di Bali ini, menandakan Goa Gajah menjadi salah satu tempat yang disucikan dan disakralkan oleh umat Hindu.

Keunikan Goa Gajah

Berada di sini, traveler dapat mengunjungi beberapa tempat menarik. Mulai dari gua, pura peribadatan, kolam petirtaan, taman, dan sungai alami.

Anda juga dapat melihat peninggalan arkeologi seperti arca hingga stupa yang dipahat di dinding batu tersebar di seluruh area. Tidak hanya peninggalan bersejarah, pengunjung juga bisa menikmati keindahan alam sekitar.

Goa Gajah dibuat dan dipahat pada dinding batu. Komplek gua berbentuk huruf T dengan ceruk-ceruk di dindingnya. Setiap ceruk diisi oleh berbagai arca dan patung.

Tidak hanya di dalam gua, di luar pun Anda bisa menemukan berbagai artefak bersejarah. Pintu masuk gua dihiasi oleh arca Ganesha hingga Dewa Hariti. Pahatan juga terlihat di mulut gua setinggi 2 meter.

Kolam Petirtaan

Selain mengunjungi gua, Anda juga bisa  singgah ke kolam petirtaan. Jaraknya sekitar 11 meter di selatan gua. Kolam ini berada 3 meter di bawah permukaan tanah. Sumber airnya berasal dari sebelah timur area pura.

Area petirtaan ini terdiri dari 3 bilik kolam. Setiap bilik kolam dibatasi oleh dinding pembatas yang rendah. Terdapat enam patung yang menghiasi sebagai pancuran air.

Jika selesai menjelajahi gua dan kolam petirtaan, Anda bisa mencari udara segar di taman. Di sini juga terdapat taman buatan yang apik tak jauh dari lokasi gua. Ada juga air terjun yang terletak tak jauh dari Tukad Pangkung.

Tukad Pangkung berada di bagian selatan kolam. Berdasarkan penelitian, kawasan ini merupakan bekas tempat peribadatan umat Buddha.

Lokasi Goa Gajah

Goa Gajah berjarak sekitar 5 km dari Ubud dan 26 km dari Denpasar. Dari arah Sanctuary Sacred Monkey Forest, gua ini terletak di sebelah kanan jalan.

Meski berada di jalan utama Denpasar-Tampaksiring, destinasi wisata ini tidak dilalui secara langsung oleh kendaraan umum.

Namun tenang saja, objek wisata ini bisa dijangkau oleh kendaraan pribadi baik roda dua maupun empat. Jika sudah sampai, pengunjung harus menaiki beberapa tangga dari tempat parkir untuk sampai ke gua.

Untuk masuk ke kawasan wisata ini, traveler harus membayar tiket masuk sebesar Rp30.000 per orang, parkir mobil Rp5.000 per mobil dan parkir motor Rp2.000 per motor. Goa Gajah Bali buka setiap hari mulai pukul 08.00 - 16.00 WITA. Bagaimana, tertarik menjelalahi Goa Gajah Bali?


Editor : Vien Dimyati